Muncul Skor "Siluman" dan Penilaian Ranking di PPDB Jabar, Ini Penjelasan Disdik

Kompas.com - 24/06/2021, 06:23 WIB
PPDB Jabar 2021 Dok. Disdik JabarPPDB Jabar 2021

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua mengkritisi rumus kalibrasi yang diberlakukan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap 1 untuk jalur prestasi. Sementara forum guru juga mempertanyakan skor "siluman" yang membuat total nilai siswa di luar batas kewajaran. 

Salah satu orangtua siswa, Yogi Ardhi mengatakan, beberapa variabel yang dihitung adalah nilai 7 mata pelajaran siswa (minus 3 pelajaran muatan lokal), nilai total siswa, jumla siswa di kelas, nilai total tertinggi siswa rangking 1 di kelas, dan rangking siswa pelamar.

"Masalahnya kurikulum 2013 sudah tidak lagi menyertakan sistem ranking dalam buku rapor, tapi kok diberlakukan dalam penilaian," ujar Yogi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Yogi mengatakan, sistem ini membuat siswa dengan nilai tinggi namun ranking kelas rendah akan dirugikan.

Baca juga: Pendaftar PPDB Jabar Tahap I Tidak Merata, 40.000 Kuota Tak Terisi

Skor siluman di awal pendaftaran PPDB Online 2021

Sementara itu, Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), Iwan Hermawan mengevaluasi munculnya nilai atau skor siluman di awal-awal pendaftaran PPDB Online 2021.

Contohnya di Cirebon, sempat heboh skor di luar batas kewajaran. Bila normalnya nilai berada di ratusan, namun ini ratusan ribu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ternyata ada salah input nilai," ucap Iwan.

Ia menilai, salah satu penyebab skor siluman ini mencul karena tidak sempurnanya sosialisasi PPDB dari provinsi ke kota/kabupaten, terutama ke operator SMP yang ada di kota/kabupaten.

Ada multitafsir kebijakan bahkan informasi jumlah pelajaran. Ada yang menyebut 7 ada pula yang mengatakan 10.

Akhirnya, nilai siluman tersebut dikembalikan untuk diinput ulang atas instruksi Disdik Provinsi hingga nilai siluman kembali normal.

"Ini disebabkan kurangnya komunikasi akibat pandemi Covid-19," tutur Iwan.

Baca juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Jabar 2021

 

Penjelasan Disdik soal skor "siluman" PPDB Jabar

Kepala Disdik Jabar Dedi Sopandi mengatakan, berbagai keluhan tersebut menjadi bahan evaluasi pihaknya.

Pertama, ia menyetujui penggunaan ranking dalam rumus kalibrasi tidak sejalan dengan Kurikulum 2013. Namun ia tidak memiliki pilihan karena peraturan menterinya sudah seperti itu.

"Karena itu, bila tidak ada UN (ujian nasional) sebaiknya kembalikan kebijakan ke lokal provinsi," ungkap Dedi.

Dedi mengatakan di awal pendaftaran muncul angka-angka di luar batas kewajaran akibat beda pemahaman di operator SMP. Sebab mau tak mau harus diakui, pandemi membuat kebijakan kurang tersosialisasikan.

Untuk itu pihaknya memberlakukan verifikasi. Nilai yang di atas ambang kewajaran diperbaiki. Bila tidak diperbaiki diberlakukan diskualifikasi.

Kemudian setelah pengumuman, ada yang protes nilai lebih rendah mengalahkan nilai yang tinggi dengan menampilkan foto.

Persoalannya, foto tersebut diambil saat pendaftaran sebelum data yang masuk diverifikasi. Sebab secara sistem tidak mungkin nilai lebih besar tersingkir bila itu satu jalur.

Ia mengingatkan, jalur prestasi dibagi dua, prestasi akademik dan non akademik seperti kejuaraan. Bila nilai yang besar tersalip oleh yang kecil, lihat dulu dari jalur mana.

"Misal, jalur prestasi akademik nilainya 610 tidak diterima, tapi yang 585 keterima. Ternyata yang 585 ini jalur prestasi non akademik. Lihat dulu jalur mana-mananya," ungkapnya.

Ia juga melihat ada egoisme sektoral, lulusan SMP tertentu harus keterima di sekolah tertentu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Perjuangan Hidup akan Saya Lalui Bersamanya, walau Cinta Kami Terpisah Jeruji Penjara'

"Perjuangan Hidup akan Saya Lalui Bersamanya, walau Cinta Kami Terpisah Jeruji Penjara"

Regional
Korban Keracunan Massal di Sukabumi Mulai Membaik, 4 Pasien Masih Dirawat

Korban Keracunan Massal di Sukabumi Mulai Membaik, 4 Pasien Masih Dirawat

Regional
Beli Narkoba Rp 3 Juta untuk Dijual Lagi, Pengamen di Surabaya Ditangkap

Beli Narkoba Rp 3 Juta untuk Dijual Lagi, Pengamen di Surabaya Ditangkap

Regional
Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Regional
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Regional
Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Regional
9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

Regional
Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Regional
Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Regional
Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Regional
Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Regional
Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Regional
Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Regional
Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Regional
'Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah'

"Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.