Wali Kota Salatiga Minta Rencana Penerapan PPN Sembako Ditinjau Ulang

Kompas.com - 12/06/2021, 07:19 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto KOMPAS.com/ISTWali Kota Salatiga Yuliyanto

SALATIGA, KOMPAS.com - Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta pemerintah pusat untuk meninjau ulang rencana penerapan pajak terhadap sejumlah bahan kebutuhan pokok (sembako).

Yuliyanto menilai, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit karena pandemi Covid-19.

"Tentunya dibutuhkan pertimbangan waktu yang tepat dalam penerapannya karena kondisi ekonomi sekarang ini masih sangat sulit," jelasnya di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Bupati Blora Tak Setuju Sembako Dikenai Pajak

Sebagai informasi, pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.

Rencana itu tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sebelumnya sembako termasuk objek yang tidak dikenakan PPN. 

Namun, pada draf revisi aturan baru tersebut sembako tak lagi dimasukkan ke dalam objek yang PPN-nya dikecualikan.

Yuliyanto menegaskan, pengenaan pajak untuk sembako dalam kondisi saat ini sangat tidak tepat.

"Berat ya, karena kondisi pandemi Covid-19 masih sangat membawa pengaruh ekonomi pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya," ungkapnya.

Baca juga: Ada Wacana Pajak Sembako, Pedagang Pasar Tasikmalaya: Keterlaluan, Jualan Sepi Masih Dipajaki...

Menurutnya, daripada membebankan pajak sembako untuk masyarakat, pemerintah pusat lebih baik memberikan program pemberdayaan ekonomi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua RT/RW di Padang Dihadiahi Voucer Nginap di Hotel Berbintang jika Mampu Ajak Warga Divaksin

Ketua RT/RW di Padang Dihadiahi Voucer Nginap di Hotel Berbintang jika Mampu Ajak Warga Divaksin

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 5 Agustus 2021

Regional
15 Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19 di RSUD Ngadi Waluyo, 10 Bayi Terlahir sebagai Anak Yatim

15 Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19 di RSUD Ngadi Waluyo, 10 Bayi Terlahir sebagai Anak Yatim

Regional
Luhut Minta Target Vaksinasi Covid-19 di Daerah 10.000-20.000 Dosis Per Hari

Luhut Minta Target Vaksinasi Covid-19 di Daerah 10.000-20.000 Dosis Per Hari

Regional
Vaksin Booster untuk Nakes, Dinkes Banyumas: Belum Ada Petunjuk

Vaksin Booster untuk Nakes, Dinkes Banyumas: Belum Ada Petunjuk

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2021

Regional
Kapolda Sumsel: Mohon Maaf, Ini Terjadi atas Ketidakhati-hatian Saya

Kapolda Sumsel: Mohon Maaf, Ini Terjadi atas Ketidakhati-hatian Saya

Regional
Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

Regional
Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: 'Wong' Sudah, Kok Dapat Lagi

Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: "Wong" Sudah, Kok Dapat Lagi

Regional
Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Regional
Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Regional
Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Regional
Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, PT Kahatex Tak PHK 55.000 Karyawannya

Bertahan di Tengah Pandemi, PT Kahatex Tak PHK 55.000 Karyawannya

Regional
Banyak Warga Terpapar Covid-19, Sebanyak 14 Lingkungan di Medan Lakukan Isolasi

Banyak Warga Terpapar Covid-19, Sebanyak 14 Lingkungan di Medan Lakukan Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X