Kompas.com - 30/04/2021, 10:22 WIB
Polisi melakukan razia di bus diperbatasan pintu masuk kota Palembang, untuk mengantisipasi adanya penyusup dalam aksi antisipasi demo Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10/2020). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPolisi melakukan razia di bus diperbatasan pintu masuk kota Palembang, untuk mengantisipasi adanya penyusup dalam aksi antisipasi demo Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10/2020).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Warga kota Palembang, Sumatera Selatan dilarang untuk mudik lantaran saat ini wilayah tersebut menjadi zona merah karena kasus penyebaran Covid-19 mengalami lonjakan.

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang Ratu Dfewa mengatakan, larangan mudik tak hanya berdasarkan kasus penyebaran Covid-19 yang tinggi.

Namun, hal itu juga merupakan keputusan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menunda dulu aktivitas mudik.

"Di Palembang juga sekarang masih dalam penerapan PPKM mikro disetiap kecamatan, sebaiknya warga jangan mudik dulu," kata Dewa, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Ridwan Kamil: Jika Warga Memaksa Mudik, Indonesia Terancam Tsunami Covid-19 Seperti India

Dewa menjelaskan, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Polpp) dan Dinas Perhubungan )Dishub) sudah melakukan patroli di seluruh perbatasan wilayah kota Palembang untuk mengantisipasi adanya pemudik yang datang maupun keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sesuai aturan Kemenhub semestinya masyarakat dilarang untuk mudik, termasuk kita dilarang untuk keluar kota atau dilarang mudik. Tapi, aturan utama tetap dari pemimpin daerah," tegas Dewa.

Baca juga: PPKM Mikro Tak Efektif, Zona Merah di Palembang Malah Bertambah Jadi 62 Kelurahan

Palembang zona merah

Selain itu, penyebaran Covid-19 di Palembang sampai saat ini sudah merebak di 62 kelurahan. Kecamatan paling tinggi penambahan kasus, di antaranya berada di Kecamatan Ilir Barat 1, Palju dan Sukarami.

"Kawasan zona merah diminta untuk pasang spanduk pemberitahuan agar warga mengetahui jika penyebaran kasussnya tinggi. Kita juga sudah mendirikan posko PPKM untuk memantau perkembangan penyebaran virus Corona," jelasnya.

Baca juga: Baru 5 Menit Ceramah, Imam Masjid di Palembang Mendadak Terjatuh lalu Meninggal

 

Beda pendapat, Gubernur Sumsel perbolehkan warga mudik

Terpisah, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berpendapat lain. Ia tak melarang masyarakat di wilayah untuk melakukan aktivitas mudik saat perayaan Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Masyarakat tetap diperbolehkan mudik dengan melampirkan bukti hasil tes kesehatan baik rapid antigen maupun GeNoseC19 di setiap posko penyekatan.

 

"Penyekatan ini bukan berarti tidak boleh melintas, tetapi bentuk kita mengontrol masyarakatnya,mereka yang berpindah antar kabupaten akan diminta untuk menyerahkan bukti tes kesehatan baik antigen ataupun GeNose," kata Herman.

Herman mengaku telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 25 tahun 2021 untuk aturan mudik.

Aturan penyertaan hasil kesehatan antarkota dan Kabupaten akan dimulai pada H-7 sampai H+7 Lebaran.

"Nilai-nilai peribadatan tidak boleh hilang. Ini ciri khas Sumsel yang humanis dan kearifan lokal yang harus dijunjung tinggi tidak hilang. Jadi petugas di lapangan akan dibekali masker dan rapid test," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edarkan Narkoba, Buruh Pabrik di Sidoarjo Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba, Buruh Pabrik di Sidoarjo Ditangkap Polisi

Regional
Diperiksa Jadi Saksi Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Mantan Dirut: Nggak Ngerti Aku

Diperiksa Jadi Saksi Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Mantan Dirut: Nggak Ngerti Aku

Regional
Istri Tepergok Selingkuh Saat Suami Kerja, Dihukum Adat Serahkan 3 Truk Pasir

Istri Tepergok Selingkuh Saat Suami Kerja, Dihukum Adat Serahkan 3 Truk Pasir

Regional
Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Desa di Cilacap Rawan Banjir dan Longsor

Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Desa di Cilacap Rawan Banjir dan Longsor

Regional
Cerita Windu Merta Dikeroyok 3 Pria Saat Transaksi Mobil di Bali, Sempat Damai, Lalu Pilih Lapor Polisi

Cerita Windu Merta Dikeroyok 3 Pria Saat Transaksi Mobil di Bali, Sempat Damai, Lalu Pilih Lapor Polisi

Regional
5 Hari Operasi Kancil Toba, 34 Kasus Pencurian Kendaraan di Sumut Terungkap

5 Hari Operasi Kancil Toba, 34 Kasus Pencurian Kendaraan di Sumut Terungkap

Regional
Pemkot Blitar Beri Hadiah Uang Tunai Rp 25 Juta bagi Atlet Peraih Medali Emas PON Papua

Pemkot Blitar Beri Hadiah Uang Tunai Rp 25 Juta bagi Atlet Peraih Medali Emas PON Papua

Regional
Tiga Daerah di Jambi Nol Kasus Covid-19

Tiga Daerah di Jambi Nol Kasus Covid-19

Regional
Polisi Selidiki Penyebar Hoaks Pemalakan terhadap Kapolsek di Sulut

Polisi Selidiki Penyebar Hoaks Pemalakan terhadap Kapolsek di Sulut

Regional
Selain Raih Bonus Uang, Atlet Peraih Medali PON di Tuban Diberi Peluang Jadi Pegawai Pemkab

Selain Raih Bonus Uang, Atlet Peraih Medali PON di Tuban Diberi Peluang Jadi Pegawai Pemkab

Regional
Penerbangan Komersial Perdana ke Ngloram Tak Sesuai Rencana, Bupati Blora Minta Maaf

Penerbangan Komersial Perdana ke Ngloram Tak Sesuai Rencana, Bupati Blora Minta Maaf

Regional
Kasus Covid-19 di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul Bertambah 12 Orang

Kasus Covid-19 di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul Bertambah 12 Orang

Regional
Intensitas Gempa di Kabupaten Semarang Menurun, Warga Kembali Tidur di Rumah

Intensitas Gempa di Kabupaten Semarang Menurun, Warga Kembali Tidur di Rumah

Regional
Banjir Bandang dan Longsor Melanda Cilacap, Ratusan KK Terdampak

Banjir Bandang dan Longsor Melanda Cilacap, Ratusan KK Terdampak

Regional
Hasil Otopsi Jenazah Siswa yang Diduga Dianiaya Guru Diketahui Pekan Depan

Hasil Otopsi Jenazah Siswa yang Diduga Dianiaya Guru Diketahui Pekan Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.