Tangis Istri Guru yang Ditembak Mati KKB, Bayinya Belum Pernah Lihat Sang Ayah, Janji Temani Wisuda Kandas

Kompas.com - 15/04/2021, 10:55 WIB

KOMPAS.com - Tewasnya seorang guru di Papua, Yonathan Rende di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyisakan duka mendalam bagi istrinya, Dewi Gita Pailing (21).

Lama terpisahkan oleh jarak, Yonathan kini pulang ke rumahnya di Dusun Tiromanda, Lembang Batu Limbong, Kecamatan Bangkelekila, Toraja dalam kondisi tak bernyawa, Senin (12/4/2021).

Yonathan pergi selama-lamanya, meninggalkan Dewi dan dua orang anak yang masih berusia masing-masing 2 tahun serta 6 bulan.

Baca juga: Sebelum Tewas, Guru yang Ditembak KKB Menelepon Istri dan Berkata Kami Sudah Dikepung lalu Telepon Mati

Anak belum pernah bertemu ayah

Ilustrasi bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi.
Yonathan terakhir kali bertemu Dewi saat masih hamil anak kedua.

Kini sang anak telah lahir dan diberi nama Arkana.

Setelah lahir, Arkana sama sekali belum pernah melihat Yonathan secara langsung.

Yonathan yang berjanji akan pulang akhir tahun rupanya kembali lebih cepat.

Sayangnya, Arkana harus melihat sang ayah untuk kali pertama dalam kondisi tak bernyawa.

"Yang satu ini (Arkana) belum dilihat langsung oleh Yonathan, terakhir waktu masih usia satu bulan dalam kandungan," ujar Dewi sembari mengusap air mata yang menetes.

Baca juga: PGRI Toraja Utara Beri Penghormatan Terakhir untuk Guru Korban Penembakan KKB di Papua

 

Janji menemani wisuda

Dewi pun semakin sedih ketika mengingat janji suaminya yang ingin menemaninya wisuda.

Dewi adalah mahasiswi semester akhir jurusan Bahasa Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja.

Sang suami berjanji akan pulang untuk membersamai wisudanya.

Sayang, janji itu kandas. Yonathan tewas ditembak oleh KKB saat menjalankan tugas sebagai seorang guru di Beoga, Papua.

Baca juga: Dengan Suara Bergetar, Warga Terdampak Pembangunan Sirkuit Mandalika: Aku Kehilangan Tanah Tempat Dilahirkan

Sempat menelepon istri sebelum meninggal

Ilustrasi telepon, hotlineShutterstock/Alexander Kirch Ilustrasi telepon, hotline
Dewi bercerita, diduga di saat-saat terakhir Yonathan masih sempat menghubungi dirinya.

Yonathan mengatakan dirinya sedang dikepung.

Informasi yang tidak jelas dari suaminya itu membuatnya sangat khawatir.

"Ia (Yonathan) bilang, kami sudah dikepung. Belum lama bicara, telepon mati," katanya.

Kemudian saat mencoba menelepon suaminya lagi, tiba-tiba terdengar suara orang lain.

"Saya telepon lagi tapi saat itu putus-putus, intinya bukan suara suami saya, yang angkat telepon tidak kukenal," ujarnya.

Baca juga: Tiba-tiba Pingsan, Pemain Bas Boomerang Hubert Hendri Alami Pecah Pembuluh Darah, Ini Kesaksian Sang Istri

 

Upacara pelepasan jenazah almarhum Yonathan Renden, korban penembakan KKB Papua, Rabu (14/4/2021). Upacara pelepasan jenazah almarhum Yonathan Renden, korban penembakan KKB Papua, Rabu (14/4/2021).
Tewas ditembak KKB saat hendak evakuasi jasad teman

Kepala SMP Negeri 1 Boega, Papua Junedi Arung Sulele menceritakan detik-detik peristiwa nahas itu.

KKB awalnya menembak mati seorang guru bernama Oktovianus Rayo, Kamis (8/4/2021).

Setelah itu, jenazah belum bisa dievakuasi hingga Junedi dan rekannya, Yonathan Renden mengambil terpal pada Jumat (9/4/2021).

"Kami mau ambil terpal untuk bungkus jenazah Oktovianus, karena setelah ditangani pihak medis Puskesmas Beoga, jenazah tidak di formalin dan belum bisa dievakuasi," kata Junedi kepada wartawan di halaman kamar jenazah RSUD Mimika, Sabtu (10/4/2021).

Tiba-tiba, KKB menembaki Junedi dan Yonathan.

Junedi sempat menghindar dan berlari ke sebuah rumah. Dia kemudian keluar dan bersembunyi selama dua jam di semak-semak.

Sementara Yonathan ambruk terkena tembakan KKB dan tewas.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Kompas TV Timika, Irsul Panca Aditra | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Sudah Rencanakan Pulang Dampingi Wisuda Istri di UKI Toraja, Yonathan Justru Tewas Ditembak KKB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

146 CPNS dan PPPK Ambon Dapat SK Pengangkatan di HUT Kemerdekaaan

146 CPNS dan PPPK Ambon Dapat SK Pengangkatan di HUT Kemerdekaaan

Regional
Lomba Minum Kopi Hitam Meriahkan Peringatan HUT ke-77 RI di Banda Aceh

Lomba Minum Kopi Hitam Meriahkan Peringatan HUT ke-77 RI di Banda Aceh

Regional
Aksi Heroik Yayan, Siswa SD di Maros Panjat Tiang Bendera Saat Pengait Lepas: Saya Lakukan Demi Bangsa

Aksi Heroik Yayan, Siswa SD di Maros Panjat Tiang Bendera Saat Pengait Lepas: Saya Lakukan Demi Bangsa

Regional
Bebas Setelah Dapat Remisi Kemerdekaan, 3 Napi di Lumajang Ditangkap Lagi

Bebas Setelah Dapat Remisi Kemerdekaan, 3 Napi di Lumajang Ditangkap Lagi

Regional
Keistimewaan Pacu Jalur, Tradisi Kebanggan Kuantan Singingi Provinsi Riau

Keistimewaan Pacu Jalur, Tradisi Kebanggan Kuantan Singingi Provinsi Riau

Regional
Kronologi Kasat Lantas Polres Madiun Kota Emosi dan Copot Baju, Tuduh Wartawan Lecehkan Istrinya

Kronologi Kasat Lantas Polres Madiun Kota Emosi dan Copot Baju, Tuduh Wartawan Lecehkan Istrinya

Regional
Menara Pandang Tele: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Menara Pandang Tele: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Ini Motif Banyak Menyekap dan Memerkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil

Ini Motif Banyak Menyekap dan Memerkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil

Regional
Perempuan di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Keluarga Anggap Musibah

Perempuan di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Keluarga Anggap Musibah

Regional
Profil Kabupaten Buton

Profil Kabupaten Buton

Regional
Lapangan Becek, Sepatu Dua Anggota Paskibra di Ciamis Lepas, Lanjutkan Tugas Tanpa Alas Kaki

Lapangan Becek, Sepatu Dua Anggota Paskibra di Ciamis Lepas, Lanjutkan Tugas Tanpa Alas Kaki

Regional
Kota Bandung Kembali Lakukan Aksi '3 Menit untuk Indonesia' di HUT Kemerdekaan RI

Kota Bandung Kembali Lakukan Aksi '3 Menit untuk Indonesia' di HUT Kemerdekaan RI

Regional
Asal Usul Bendera Merah Putih Raksasa 3.000 Meter Persegi di Palembang, Dijahit Selama 5 Hari 5 Malam

Asal Usul Bendera Merah Putih Raksasa 3.000 Meter Persegi di Palembang, Dijahit Selama 5 Hari 5 Malam

Regional
Abah Lala Pencipta Lagu 'Ojo Dibandingke' Bangga Lagunya Viral hingga Dinyanyikan di Istana, Ini Maknanya

Abah Lala Pencipta Lagu 'Ojo Dibandingke' Bangga Lagunya Viral hingga Dinyanyikan di Istana, Ini Maknanya

Regional
Dipicu Salah Rangkul, Pawai 17 Agustus di Garut Ricuh, Simak Kronologinya

Dipicu Salah Rangkul, Pawai 17 Agustus di Garut Ricuh, Simak Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.