Pembubaran Jaran Kepang Berujung Ricuh, Kepala Lingkungan Jadi Tersangka

Kompas.com - 09/04/2021, 21:56 WIB
Polisi membubarkan pentas kuda lumping di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (23/11/2020). KOMPAS.COM/DOK POLSEK KEMRANJENPolisi membubarkan pentas kuda lumping di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (23/11/2020).

 

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang kepala lingkungan (Kepling) berinisial S ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembubaran pagelaran jaran kepang atau kuda lumping berujung ricuh di Sunggal, Deli Serdang pada Jumat (2/4/2021).

Pembubaran kegiatan budaya itu viral setelah videonya tersebar di media sosial pada Selasa (6/4/2021). 

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, ketika dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan, S merupakan kepala lingkungan di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, S masih menjalani pemeriksaan dan karena statusnya itu dia kini ditahan di Polrestabes Medan.

"Iya, S, kepala lingkungan, ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang ini ditahan di polres," katanya. 

Baca juga: Video Viral Ricuh Pembubaran Atraksi Jaran Kepang di Sunggal, Warga Emosi Saat Ormas Ludahi Seorang Perempuan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dijelaskannya, selain menetapkan S sebagai tersangka, polisi juga mengamankan 3 orang lainnya dalam kasus tersebut.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan ketiga orang yang diamankan itu ditetapkan sebagai tersangka, menurutnya tergantung pada hasil pendalaman oleh penyidiknya. 

"Kita tunggulah hasil dari proses yang dilakukan oleh tim penyidik. Itu tiga orang itu dari ormas FUI itu," kata Hadi ketika dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (9/4/2021). 

Dijelaskan Hadi, dalam penanganannya, polisi akan memeriksa semua yang terlihat di dalam video tersebut.

"Nanti kan yang terlihat di video itu akan diperiksa semua, terkait dengan pembubaran itu kan," ujarnya. 

Awal mula peristiwa

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan keributan saat pembubaran pagelaran jaran kepang di Sunggal.

Video itu diunggah di beberapa akun YouTube dan juga tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp.

Video itu menunjukkan pertengkaran beberapa orang perempuan dengan seseorang yang mengenakan seragam hitam bertuliskan "Laskar Khusus Umat Islam FUI Sumut" di punggungnya.

Dalam video itu juga terlihat seorang pria yang mengenakan seragam hitam itu meludahi ke seorang perempuan yang cekcok dengannya sejak awal.

Pembubaran itu sendiri diduga karena ada anggapan kegiatan itu musyrik. 

Selanjutnya, dalam kasus ini, kedua belah pihak saling melaporkan. Hadi menyebut, pihaknya menerima 3 laporan polisi. Dua di antaranya terkait penganiayaan. Sedangkan satu kasus lainnya berkaitan dengan penghinaan yang dilaporkan oleh warga.

"Iya betul. Dari kejadian itu ada 3 laporan polisi. Dua terkait dengan kasus penganiayaan kemudian satunya penghinaan," katanya. 

Dijelaskannya, yang membuat laporan penganiayaan adalah dari pihak FUI dan satu lagi dari masyarakat yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Laporan polisi itu atas nama pribadi. Sedangkan untuk kasus penghinaan, pelapornya dari pihak masyarakat.

Laporan polisi itu dilakukan ke Polsek Sunggal namun kemudian dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Tidak Keberatan Dakwaan Jaksa

Sidang Perdana Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Tidak Keberatan Dakwaan Jaksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 September 2021

Regional
Sudah Diresmikan Gus Dur Pada 2002, RSNU di Blora Tak Kunjung Beroperasi

Sudah Diresmikan Gus Dur Pada 2002, RSNU di Blora Tak Kunjung Beroperasi

Regional
Peserta Tes SKD CPNS Riau Gratis Tes Antigen, Ujian Digelar 5-19 Oktober 2021

Peserta Tes SKD CPNS Riau Gratis Tes Antigen, Ujian Digelar 5-19 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 September 2021

Regional
Eks Sekdis Pendidikan dan Pegawai Honorer PU Banten Jadi Tersangka Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK

Eks Sekdis Pendidikan dan Pegawai Honorer PU Banten Jadi Tersangka Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK

Regional
Pembunuh Perempuan 25 Tahun di Kaltim Bukan Pacar, tapi Rekan Kerja

Pembunuh Perempuan 25 Tahun di Kaltim Bukan Pacar, tapi Rekan Kerja

Regional
BEM Unsri Kawal Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi oleh Dosen Pembimbing Skripsi

BEM Unsri Kawal Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi oleh Dosen Pembimbing Skripsi

Regional
Guru Sering Tak Pakai Masker, Seluruh Orang SD Ini Di-Swab Mendadak

Guru Sering Tak Pakai Masker, Seluruh Orang SD Ini Di-Swab Mendadak

Regional
Mural Berjudul “Kamu yang Abai Jangan Sampai Kami yang Menuai” Menang Festival Mural Goyang Karawang 2021

Mural Berjudul “Kamu yang Abai Jangan Sampai Kami yang Menuai” Menang Festival Mural Goyang Karawang 2021

Regional
Cerita Iptu Pranan Dampingi Tim Vaksinasi Temui Lansia hingga Kunjungi Daerah Terpencil di Jombang

Cerita Iptu Pranan Dampingi Tim Vaksinasi Temui Lansia hingga Kunjungi Daerah Terpencil di Jombang

Regional
Beredar Video Hoaks Harimau di Grobogan, Ini Faktanya

Beredar Video Hoaks Harimau di Grobogan, Ini Faktanya

Regional
Terimpit Utang Rp 150 Juta, Alasan Mantan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver

Terimpit Utang Rp 150 Juta, Alasan Mantan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver

Regional
Tinggalkan TNI, Rusnawi Hanya Bertahan 5 Bulan Jadi Kepala BKKBN karena NIP Diduga Dibuat Asal-asalan

Tinggalkan TNI, Rusnawi Hanya Bertahan 5 Bulan Jadi Kepala BKKBN karena NIP Diduga Dibuat Asal-asalan

Regional
Kontingen Papua Kembali Raih 2 Emas dari Cabor Sepatu Roda

Kontingen Papua Kembali Raih 2 Emas dari Cabor Sepatu Roda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.