Bupati Malang: ASN Dilarang Mudik, Warga Biasa Imbauan Saja

Kompas.com - 05/04/2021, 19:23 WIB
Bupati Malang, Sanusi (kanan) bersama Rektor UMM, Fauzan dalam peletakan batu pertama rumah sakit Covid-19 di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (5/4/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKBupati Malang, Sanusi (kanan) bersama Rektor UMM, Fauzan dalam peletakan batu pertama rumah sakit Covid-19 di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (5/4/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Bupati Malang, Sanusi mengikuti kebijakan pemerintah pusat perihal larangan mudik Lebaran 2021.

Meski begitu, pihaknya belum memiliki rencana teknis terkait pelarangan itu.

"Menunggu petunjuk (dari pemerintah pusat). Menunggu suratnya turun. Mudik dilarang tapi teknisnya belum ada," kata Sanusi, saat ditemui dalam peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Covid-19 oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (5/4/2021).

Meski begitu, Sanusi mengatakan, larangan mudik di Kabupaten Malang hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: Longsor dan Banjir di Alor, NTT, 7 Orang Tewas, 13 Hilang

Sedangkan bagi warga masyarakat non-ASN hanya berupa imbauan untuk tidak mudik.

"Untuk ASN yang dilarang, warga biasa ya diimbau saja," kata dia.

Nantinya, ASN yang melanggar ketentuan mudik Lebaran akan disanksi sesuai dengan aturan tentang ASN yang berlaku.

"Sanksi kalau ASN sesuai dengan pelanggaran ASN," kata dia.

Belum ada surat edaran dari Sanusi terkait larangan mudik tersebut. Sanusi juga belum memastikan apakah akan ada penyekatan terkait larangan mudik.

Baca juga: Plh Sekda Jatim Sebut Diskominfo Belum Paham Aturan soal Unggahan Video Syarat Diperbolehkan Mudik

"(Penyekatan) tidak juga. Nanti kami lihat perkembangannya," kata dia.

Diketahui, pemerintah pusat sudah memastikan bahwa mudik Lebaran tahun 2021 dilarang.

"Jadi kami tegaskan lagi bahwa keputusan larangan mudik tahun ini sudah final," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melalui keterangan resmi, Minggu (4/4/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X