Mudik Dilarang, Ganjar: Kalau Mau Nyadran Boleh Sekarang, tapi Tidak Rombongan

Kompas.com - 05/04/2021, 18:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat menghadiri pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di dua sekolah, yakni SMA 4 Kota Semarang dan SMA 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (5/4/2021). DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat menghadiri pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di dua sekolah, yakni SMA 4 Kota Semarang dan SMA 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (5/4/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah pusat melarang masyarakat tidak mudik atau pulang kampung saat Lebaran 2021.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri akan segera menerbitkan peraturan menteri perhubungan (Permenhub) Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri Tahun 2021.

Baca juga: Sidak Uji Coba Belajar Tatap Muka, Ganjar Tegur Guru karena Tak Disiplin Jaga Jarak

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mempersilakan apabila ada warga yang hendak pulang ke kampung halaman bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Tapi seandainya mau bertemu orangtua saya menyarankan kalau di tradisi Jawa itu ada nyadran, itu boleh sekarang, tapi tidak rombongan. Kalau mudik pulangnya bareng-bareng ramai-ramai ini potensi yang membahayakan, mudah-mudahan mereka masyarakat Jateng yang di perantauan bisa membantu pada soal ini," ujar Ganjar di Kantornya, Senin (5/4/2021).

Ganjar pun telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi adanya warga perantauan yang nekat mudik Lebaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia meminta agar wilayah perbatasan dijaga ketat untuk menghindari lonjakan pemudik.

"Sekarang kita lagi siapin hari ini rapat teknisnya akan dilakukan Pak Sekda formulanya sedang kita siapkan. Tentu pakemnya adalah di setiap perbatasan akan ada tim poskonya ada kepolisian dan Dinas Perhubungan," katanya.

Baca juga: Epidemiologi Unsoed: Larangan Mudik Lebaran Hanya Terkesan Formalitas Semata

Selain itu, Ganjar mengatakan, apabila ada warga perantuan yang nekat mudik ke Jawa Tengah bakal diminta menjalani isolasi mandiri di masing-masing daerah.

"Dari sisi kesehatan akan ada random test. Di kabupaten kota akan kita siapkan tempat isolasi," ucapnya.

Kendati demikian, Ganjar meminta warganya di perantauan agar tidak mudik untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

"Mudah-mudahan masyarakat membantu kita ya untuk tidak mudik saja sehingga nanti lebih enak lagi," ujarnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

140 Rumah Sehat di Masing-masing Kelurahan di Surabaya Mulai Beroperasi

140 Rumah Sehat di Masing-masing Kelurahan di Surabaya Mulai Beroperasi

Regional
Pemakaman Prokes di Wonogiri Pecah Rekor, 40 Jenazah dalam Satu Hari, Terbanyak Sepanjang Pandemi

Pemakaman Prokes di Wonogiri Pecah Rekor, 40 Jenazah dalam Satu Hari, Terbanyak Sepanjang Pandemi

Regional
Setelah Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Pemuda Ini Akan Mengadu Nasib ke Malaysia

Setelah Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Pemuda Ini Akan Mengadu Nasib ke Malaysia

Regional
Kisah Anak Petani Miskin di Aceh, Mengidap Hidrosefalus dan Butuh Biaya

Kisah Anak Petani Miskin di Aceh, Mengidap Hidrosefalus dan Butuh Biaya

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 Tertahan hingga 24 Jam di RSUD Daya Makassar, Humas: Penjemputan Kewenangan Satgas

Jenazah Pasien Covid-19 Tertahan hingga 24 Jam di RSUD Daya Makassar, Humas: Penjemputan Kewenangan Satgas

Regional
Akidi Tio Berwasiat Sumbangkan Rp 2 Triliun untuk Bantu Warga, Anak: Biarlah Ini Jadi Kebaikan Bapak...

Akidi Tio Berwasiat Sumbangkan Rp 2 Triliun untuk Bantu Warga, Anak: Biarlah Ini Jadi Kebaikan Bapak...

Regional
Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meluas

Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meluas

Regional
Terungkap, Ketua MUI Labura yang Ditemukan Tewas di Drainase Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Ini Motifnya

Terungkap, Ketua MUI Labura yang Ditemukan Tewas di Drainase Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Ini Motifnya

Regional
Berawal Cekcok Mulut, Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Teman Kerja Sendiri

Berawal Cekcok Mulut, Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Teman Kerja Sendiri

Regional
Banyak Napi di Nusakambangan Terpapar Covid-19, Kalapas: Mendesak Divaksin

Banyak Napi di Nusakambangan Terpapar Covid-19, Kalapas: Mendesak Divaksin

Regional
KPU Tetapkan Pasangan Calon Petahana Jadi Bupati Sabu Raijua

KPU Tetapkan Pasangan Calon Petahana Jadi Bupati Sabu Raijua

Regional
Pemilik Jip Wisata Lereng Merapi Terpaksa Jual Mobilnya untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Pemilik Jip Wisata Lereng Merapi Terpaksa Jual Mobilnya untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Regional
Wasiat Akidi Tio: Sumbangkan Rp 2 Triliun Hasil Tabungan Semasa Hidup Saat Kondisi Benar-benar Sulit

Wasiat Akidi Tio: Sumbangkan Rp 2 Triliun Hasil Tabungan Semasa Hidup Saat Kondisi Benar-benar Sulit

Regional
Jual Surat Rapid Antigen Covid-19 Palsu Seharga Rp 200 Ribu, Sopir Travel dan Honorer Pelabuhan Ditangkap

Jual Surat Rapid Antigen Covid-19 Palsu Seharga Rp 200 Ribu, Sopir Travel dan Honorer Pelabuhan Ditangkap

Regional
Water Barrier di Salatiga Ditempeli Kertas Bernada Protes PPKM

Water Barrier di Salatiga Ditempeli Kertas Bernada Protes PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X