Pergi ke Papua Nugini Tanpa Izin, Gubernur Papua Dapat Teguran Keras dari Mendagri

Kompas.com - 05/04/2021, 17:04 WIB
Mendagri Muhammad Tito Karnavian bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, Senin (5/4/2021) Dok Staff Khusus Gubernur PapuaMendagri Muhammad Tito Karnavian bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, Senin (5/4/2021)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kasus pendeportasian Gubernur Papua Lukas Enembe dari Papua Nugini karena tidak memiliki dokumen perjalanan resmi menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Menyikapi hal itu, Tito mengaku sudah memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan.

"Sementara saya sudah berikan sanksi teguran keras," kata Tito di Jayapura, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, apapun alasan dari yang bersangkutan tidak bisa dibenarkan. Terlebih lagi, Lukas Enembe sebagai pejabat publik. Sehingga tidak boleh menyalahi aturan, apalagi pergi melewati jalur tikus atau ilegal.

"Saya sudah sampaikan, apa pun alasannya, langkah itu salah, tidak sesuai aturan yang ada pergi tanpa izin, apalagi di tengah situasi pandemi," kata Tito.

Baca juga: Gubernur Lukas Enembe ke Papua Nugini Tanpa Izin, Mendagri: Apa Pun Alasannya, Itu Salah

Tito menegaskan, selama ini Kementerian Dalam Negeri selaku otoritas yang mengeluarkan izin tidak pernah menghalangi kepala daerah untuk ke luar negeri, apalagi untuk kepentingan berobat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, mestinya tidak ada alasan lagi dari yang bersangkutan untuk melanggar aturan tersebut.

"Sampai hari ini Pak Gubernur (Lukas Enembe) tidak pernah mengajukan izin ke Kemendagri, tidak pernah. Kalau memang urgent sekali, komunikasi dengan saya sebagai otoritas yang memberikan izin, setelah itu surat menyusul, makanya ini saya mau temuin," sambung Tito.

Seperti diketahui, Gubernur Papua Lukas Enembe belum lama ini dideportasi dari Papua Nugini.

Baca juga: Fakta Gubernur Papua Dideportasi dari Papua Nugini, Gegara Lewat Jalur Tikus dan Tak Punya Izin Tinggal

Pasalnya, selama dua hari tinggal di negara tersebut yang bersangkutan tidak mengantongi dokumen perjalanan resmi.

Dari pengakuan Lukas, kepergiannya ke Papua Nugini saat itu untuk berobat. Saat menyeberang ke negara tetangga itu ia menggunakan jalur tikus dan memanfaatkan jasa tukang ojek untuk mengantar di wilayah perbatasan.

Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor : Dheri Agriesta



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Regional
Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Regional
Wali Kota Kediri: Isoman di Rumah Tak Selalu Aman, di RS Diawasi Nakes

Wali Kota Kediri: Isoman di Rumah Tak Selalu Aman, di RS Diawasi Nakes

Regional
Mari Bantu Perjuangan Wisnu Penuhi Kebutuhan Warga Isoman

Mari Bantu Perjuangan Wisnu Penuhi Kebutuhan Warga Isoman

Regional
Patung Tani dan Pancasila di Polewali Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Patung Tani dan Pancasila di Polewali Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Regional
Cerita di Balik Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, dan Dipukuli, Berawal Peluk Warga Setelah Tahu Positif Corona

Cerita di Balik Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, dan Dipukuli, Berawal Peluk Warga Setelah Tahu Positif Corona

Regional
Cerita Pelatih soal Perjuangan Windy Cantika, Pernah Dilarang Pacaran

Cerita Pelatih soal Perjuangan Windy Cantika, Pernah Dilarang Pacaran

Regional
Gubernur Gorontalo Ancam Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Nakes

Gubernur Gorontalo Ancam Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Nakes

Regional
Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, hingga Dipukuli dengan Kayu oleh Warga, Ini Kata Polisi

Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, hingga Dipukuli dengan Kayu oleh Warga, Ini Kata Polisi

Regional
Windy Cantika Besar di Keluarga Atlet, Begini Cerita Orangtuanya

Windy Cantika Besar di Keluarga Atlet, Begini Cerita Orangtuanya

Regional
Antisipasi Padatnya Antrean Vaksinasi, Pemkot Kediri Gunakan E-Tiket

Antisipasi Padatnya Antrean Vaksinasi, Pemkot Kediri Gunakan E-Tiket

Regional
Baru 2 Daerah yang Salurkan BLT, Gubernur Sumut: Segerakan, Masyarakat Sangat Membutuhkan

Baru 2 Daerah yang Salurkan BLT, Gubernur Sumut: Segerakan, Masyarakat Sangat Membutuhkan

Regional
Pekanbaru Terapkan PPKM Level IV, Ini Aturan Lengkapnya

Pekanbaru Terapkan PPKM Level IV, Ini Aturan Lengkapnya

Regional
Cerita Bob Gratiskan Hotel Miliknya Jadi Tempat Isoman: Anak Istri Pernah Terpapar dalam Kondisi antara Hidup dan Mati

Cerita Bob Gratiskan Hotel Miliknya Jadi Tempat Isoman: Anak Istri Pernah Terpapar dalam Kondisi antara Hidup dan Mati

Regional
Hervy dan Dwita Wakili Riau, Terpilih sebagai Paskibraka Nasional, Ini Profilnya

Hervy dan Dwita Wakili Riau, Terpilih sebagai Paskibraka Nasional, Ini Profilnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X