"Saldo Awal Rp 1,2 Miliar Lebih, Saat Dicek Tinggal Rp 9,7 Juta"

Kompas.com - 31/03/2021, 15:26 WIB
Ilustrasi rekening bank. ShutterstockIlustrasi rekening bank.

KOMPAS.com- Berawal mencetak buku tabungan milik ibunya, seorang nasabah membuka jalan polisi untuk membongkar kasus penggelapan uang hingga miliaran rupiah. Pihak bank kini telah mengganti uang nasabah yang hilang itu.

Ironisnya terungkap, pelaku penggelapan adalah oknum pegawai Bank Riau-Kepri (BRK).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menceritakan awal mula kasus itu dilaporkan ke polisi pada 16 Maret 2021.

Baca juga: Dua Eks Teller Bank di Riau Ternyata Kuras Saldo 3 Nasabah sejak 2010, Total Mencapai Rp 1,3 M

Seorang nasabah merasa kehilangan uang di tabungannya hingga miliaran rupiah.

"Saldo awal rekening atas nama korban Rosmaniar sejak 13 Januari 2015, itu sebesar Rp Rp 1,2 miliar lebih. Tetapi, setelah dicek tinggal Rp 9,7 juta," kata Sunarto, kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Begini Modus 2 Eks Pegawai Bank di Riau Curi Uang Nasabah Rp 1,3 Miliar


Ibu dan anak jadi korban

Sunarto menjelaskan bahwa nasabah atas nama Rosmaniar kehilangan uang miliaran.

Rosmaniar memiliki seorang anak bernama Hothasari Nasution yang ternyata juga menjadi korban penggelapan uang tabungan. Uang Hothasari raib sekitar Rp 133 juta.

Baca juga: Ibu dan Anak Kaget, Tabungan di Bank Rp 1,2 Miliar untuk Bekal Hari Tua Tiba-tiba Tinggal Rp 9 Juta

Selain mereka, ada satu warga lain yang juga kehilangan uang tabungan, yakni Hasimah. Dia kehilangan Rp 41.995.000.

Total uang nasabah yang dicuri ialah sekitar Rp 1,3 miliar.

Baca juga: Duet Atasan dan Anak Buah Pegawai Bank Curi Uang Nasabah Rp 1,3 Miliar, Lakukan 9 Kali Penarikan

 

NH (37) dan AS (42) mantan teller Bank Riau-Kepri yang mencuri uang tabungan tiga orang nasabah, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (30/3/2021).KOMPAS.COM/IDON NH (37) dan AS (42) mantan teller Bank Riau-Kepri yang mencuri uang tabungan tiga orang nasabah, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (30/3/2021).
Peran dua tersangka

Rupanya, dalang di balik aksi penggelapan uang nasabah itu adalah dua oknum pegawai bank.

Mereka adalah NH (37) dan AS (42) yang saat itu merupakan atasan dan anak buah. Kini keduanya tak lagi bekerja di bank pelat merah tersebut.

"Kedua pelaku mantan pegawai salah satu bank milik pemerintah (BRK). Waktu itu, tersangka NH sebagai teller, sedangkan AS head teller. Mereka menggelapkan uang tabungan nasabah," ungkap Sunarto kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

"Dalam menjalankan aksinya, tersangka NH selaku teller memalsukan tanda tangan nasabah dalam form slip penarikan, sehingga dapat melakukan penarikan uang tunai dari rekening nasabah," sebut Sunarto.

Sementara AS yang merupakan head teller memberikan username dan password sehingga NH dapat melakukan sembilan transaksi ilegal.

Baca juga: Istri Batuk Pilek Sepulang Piknik, Ternyata Covid-19, Suami Tertular hngga Meninggal

Bank ganti uang nasabah

Ilustrasi bankThinkstockphotos.com Ilustrasi bank
Atas kasus yang ditimbulkan pegawainya, pihak bank mengganti uang nasabahnya.

"Sementara uang tiga orang nasabah sudah diganti oleh pihak bank," sebut Sunarto.

Selanjutnya, polisi mendalami aliran dana hasil pencurian.

Adapun kedua pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 3 sampai 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 miliar.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung | Editor : Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pemudik, Mulai dari Jalan Kaki, Mengumpet di Bak hingga Berdalih Naik Angkot

Kisah Pemudik, Mulai dari Jalan Kaki, Mengumpet di Bak hingga Berdalih Naik Angkot

Regional
Ganjar Sapa Pasien Covid-19 dari Klaster Tarawih di Banyumas: Jangan Lupa Bahagia

Ganjar Sapa Pasien Covid-19 dari Klaster Tarawih di Banyumas: Jangan Lupa Bahagia

Regional
2 Remaja Perempuan Diduga Disekap dan Diperkosa Selama 4 Hari

2 Remaja Perempuan Diduga Disekap dan Diperkosa Selama 4 Hari

Regional
Terbongkar, Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Bermula Siswa Tak Mau Kumpulkan HP, 48 Murid Ujian Ulang

Terbongkar, Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Bermula Siswa Tak Mau Kumpulkan HP, 48 Murid Ujian Ulang

Regional
'Di Jayapura Maksimal Hanya Bisa Chat WhatsApp, Saya Butuh Video Conference, Terpaksa Saya ke Biak'

"Di Jayapura Maksimal Hanya Bisa Chat WhatsApp, Saya Butuh Video Conference, Terpaksa Saya ke Biak"

Regional
Tak Punya SIM, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan, Seorang Polisi Nyaris Tertabrak

Tak Punya SIM, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan, Seorang Polisi Nyaris Tertabrak

Regional
Ridwan Kamil Video Call dengan Ganjar Pranowo, Apa yang Dibahas?

Ridwan Kamil Video Call dengan Ganjar Pranowo, Apa yang Dibahas?

Regional
Pengelola Bandara Ahmad Yani Tegaskan Tak Ada Unsur Kesengajaan Loloskan Penumpang Covid-19

Pengelola Bandara Ahmad Yani Tegaskan Tak Ada Unsur Kesengajaan Loloskan Penumpang Covid-19

Regional
Cerita Prihatin, Penyandang Disabilitas yang Kerap Berdayakan Ekonomi Kaum Ibu di Salatiga

Cerita Prihatin, Penyandang Disabilitas yang Kerap Berdayakan Ekonomi Kaum Ibu di Salatiga

Regional
Gadis 15 Tahun Diperkosa Bergantian 10 Pria, 5 Pelaku Masih di Bawah Umur

Gadis 15 Tahun Diperkosa Bergantian 10 Pria, 5 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Cerita Pemuda Asal Klaten Batal Melamar Kekasih gara-gara Razia di Pos Penyekatan Pemudik

Cerita Pemuda Asal Klaten Batal Melamar Kekasih gara-gara Razia di Pos Penyekatan Pemudik

Regional
Renang di Gili Pakai Masker Bersama Menteri Sandiaga, Gubernur NTB: Takut Viral Lagi

Renang di Gili Pakai Masker Bersama Menteri Sandiaga, Gubernur NTB: Takut Viral Lagi

Regional
Oknum Dinkes Sambas Diduga Lakukan Pungli Biaya Rapid Test Antigen Rp 250.000

Oknum Dinkes Sambas Diduga Lakukan Pungli Biaya Rapid Test Antigen Rp 250.000

Regional
Penjelasan Polisi soal Pria Penampar Imam Masjid Saat Shalat Subuh di Pekanbaru

Penjelasan Polisi soal Pria Penampar Imam Masjid Saat Shalat Subuh di Pekanbaru

Regional
Terjebak Badai dan Berlindung di Balik Terpal Semalam Suntuk, Keluarga Nelayan Ditemukan Selamat

Terjebak Badai dan Berlindung di Balik Terpal Semalam Suntuk, Keluarga Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X