Bamsoet Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Kompas.com - 31/03/2021, 17:02 WIB
Pencanangan Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dihadiri Ketua MPR RI Bambang Soesatyo KOMPAS.com/Dian Ade PermanaPencanangan Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dihadiri Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

SALATIGA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengutuk keras aksi pengeboman di komplek Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi.

Menurut dia, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasaan. Sehingga tindakan bom bunuh diri tidak bisa dibenarkan.

"Jika paham dan tujuan berbangsa atau bernegara kita satu, maka tidak ada yang bisa mengadu domba antarumat beragama, karena puncak dari agama adalah cinta sesama," jelas Bamsoet usai Pencanangan Salatiga Kota Empat Pilar di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Tokoh Lintas Agama Papua Kecam Bom Bunuh Diri di Makassar, Umat Islam Akan Ikut Jaga Perayaan Paskah

Bambang menegaskan, salah satu yang bisa diwariskan kepada anak cucu adalah perdamaian.

"Kita lihat pertikaian di negara-negara Timur Tengah menjadi sasaran bagi kepentingan dunia luar untuk memasok amunisi," tegasnya.

Menurutnya, ada dua kekuatan besar, yakni Amerika Serikat dan China yang memberi pengaruh pada dunia.

Dan Indonesia, memiliki potensi luar biasa untuk diincar karena memiliki potensi pasar dengan 270 juta penduduk serta masyarakat kelas menengah yang luar biasa.

Baca juga: Muhammadiyah Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Dikatakan Bambang, di Indonesia saat ini ada enam agama yang diakui dan berbagai aliran kepercayaan.

"Dalam konteks kekinian, ada upaya membenturkan agama dengan komunis. Kita harus berpegang pada keyakinan kita agar tetap rukun," jelasnya.

Mengenai alasan memilih Salatiga sebagai kota empat pilar, Bambang mengungkapkan bahwa Salatiga adalah Kota Tertoleran di Indonesia.

"Daerah lain bisa mencontoh Salatiga dalam upaya menjaga toleransi, kerukunan, termasuk keberpihakan pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, toleransi menjadi 'harta' yang harus dijaga karena menjadi kunci kerununan dan perdamaian.

"Salatiga adalah contoh miniatur Indonesia mini yang menghargai kemajemukan," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Regional
Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

Regional
Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Regional
Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Regional
Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Regional
Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Regional
Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Regional
2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

Regional
'Saya Dilaporkan Istri ke Ketua RT, Pak. Saya Langsung Dikarantina'

"Saya Dilaporkan Istri ke Ketua RT, Pak. Saya Langsung Dikarantina"

Regional
13 ABK Asal Filipina Berlayar dari India, Diketahui Positif Covid-19 Saat Berlabuh di Cilacap

13 ABK Asal Filipina Berlayar dari India, Diketahui Positif Covid-19 Saat Berlabuh di Cilacap

Regional
Truk Terbalik di Jalan Trans Flores, 1 Tewas di Tempat, 1 Luka-luka

Truk Terbalik di Jalan Trans Flores, 1 Tewas di Tempat, 1 Luka-luka

Regional
Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Regional
Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X