Kampung Cerita Nunukan, Upaya Pemuda Tidung Pertahankan Jati Diri

Kompas.com - 31/03/2021, 07:43 WIB
Baju Adat Suku Tidung tribunnews.comBaju Adat Suku Tidung

Terinspirasi dari uang Rp 75.000 edisi Kemerdekaan RI

Berdirinya Kampung Cerita di Desa Sei Bilal, Kabupaten Nunukan, tidak lepas dari kontroversi uang Rp 75.000 edisi kemerdekaan RI ke -75.

Saat ada anak Tidung mengenakan busana Sina Beranti dalam salah satu gambar, banyak yang menuding pakaian tersebut adalah baju orang China.

Anggapan tersebut diakui Herison menjadi pukulan tersendiri bagi suku Tidung.

Sejak itu, pemuda Tidung khususnya Nunukan, berupaya legih gencar mensosialisasikan adat istiadat Tidung.

"Padahal yang ada dalam gambar uang edisi kemerdekaan, adalah benar benar baju adat kami suku Tidung. Maka beban moral dan PR kami mengenalkan bahwa Tidung adalah salah satu suku di Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Harcuncung, Sosok Transpuan yang Kenalkan Busana Tidung hingga Ada di Uang Kertas Rp 75.000

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melestarikan budaya Tidung juga menjadi sebuah kewajiban generasi tidung. Nasehat tersebut banyak terdapat dalam Bebilin Yadu Yaki (nasihat kakek nenek suku Tidung).

Hampir seluruh petuah serta pesan moral terdapat dalam gurindam atau syair lagu khas Tidung.

Termasuk kisah kepahlawanan, keyakinan dan pengabdian sekaligus wasiat untuk menjalani kehidupan.

"Kita mulai dari satu lokasi dulu, kami berharap generasi Tidung bangga dan menemukan jati diri mereka. Pegang teguh slogan Tidung ‘Impong De Lunas Insuai’, jangan terpecah belah dalam tujuan yang sama," kata Herison lagi.

Suku Tidung kaya akan cerita nusantara, ada Aki Betawol, Guru Panyet, Aki Amus, Aki Telukan, sampai I Benayuk yang mengisahkan tenggelamnya muara Menjelutung.

Suku Tidung juga terkenal sebagai suku yang anti Belanda. Banyak kisah kepahlawanan yang bisa dibedah yang tidak kalah dengan kisah perjuangan para pahlawan revolusi.

"Nanti akan ada waktunya kami memperlombakan cerita tokoh tokoh Tidung menggunakan bahasa adat oleh anak anak Tidung. Bahasa ibu tidak boleh hilang, itu yang kami jaga," tambahnya.

Baca juga: Sempat Dikira Orang China di Uang Rp 75.000, Ini Sosok Izzam, Bocah yang Pakai Baju Adat Tidung

Saat ini, Herison dan para pemuda Tidung tengah mengumpulkan tokoh-tokoh adat dan para tetua yang masih hidup.

Mereka perlahan merangkai kembali kisah sejarah Nunukan yang bahkan hingga kini belum tercatat dalam sebuah bukupun di perpustakaan.

Penelusuran sejarah memanfaatkan jaringan para ketua adat.

Banyak kota yang akan mereka datangi demi menelusuri sejarah asli Tidung.

Kota Tarakan, Malinau, Bulungan sampai Malaysia dan Brunei akan mereka datangi demi berjumpa dengan para tokoh Tidung.

"Sampai hari ini Kabupaten Nunukan belum ada sejarahnya dibukukan. Malah sejarah tua Tidung di Sembakung terbiar. Kita sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Perpustakaan dan arsip. Kami juga sudah mengusulkan materi bahasa dan budaya Tidung sebagai muatan kurikulum lokal," kata Herison.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Sleman Dipastikan Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Sleman Dipastikan Korban Pembunuhan

Regional
Kekerasan Seksual Anak di Ambon Meningkat Selama Pandemi, Polisi: Umumnya, Pelaku Orang Dekat

Kekerasan Seksual Anak di Ambon Meningkat Selama Pandemi, Polisi: Umumnya, Pelaku Orang Dekat

Regional
Perluas Tracing di Desa dan Kelurahan, Pemkab Banyuwangi Rekrut 669 Relawan

Perluas Tracing di Desa dan Kelurahan, Pemkab Banyuwangi Rekrut 669 Relawan

Regional
Warga Sekitar GOR Soekarno-Hatta Blitar Akhirnya Menerima Rencana Pendirian RS Darurat

Warga Sekitar GOR Soekarno-Hatta Blitar Akhirnya Menerima Rencana Pendirian RS Darurat

Regional
Kata Polisi soal Foto Viral Kerumunan Pendaftaran Vaksinasi di Mapolresta Banyumas

Kata Polisi soal Foto Viral Kerumunan Pendaftaran Vaksinasi di Mapolresta Banyumas

Regional
Sebuah Jembatan di Pulau Seram Ambruk Setelah Dilewati Truk Bermuatan Kayu

Sebuah Jembatan di Pulau Seram Ambruk Setelah Dilewati Truk Bermuatan Kayu

Regional
Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar Ternyata Milik Pemkab Takalar, Wakil Bupati Minta Maaf

Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar Ternyata Milik Pemkab Takalar, Wakil Bupati Minta Maaf

Regional
Ada Yayasan Komunitas Difabel di Tegal, Bisa Kembangkan Potensi 12.000 Anggotanya

Ada Yayasan Komunitas Difabel di Tegal, Bisa Kembangkan Potensi 12.000 Anggotanya

Regional
KAI Sumut Wajibkan Penumpang Bawa Dokumen Vaksinasi

KAI Sumut Wajibkan Penumpang Bawa Dokumen Vaksinasi

Regional
43 Dokter Gugur Selama Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

43 Dokter Gugur Selama Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

Regional
Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi Meninggal

Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi Meninggal

Regional
Nuryani, Perempuan Tangguh Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Nuryani, Perempuan Tangguh Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Siswa SMP di Sleman Tewas Dalam Rumah, Diduga Dibunuh Kenalannya

Siswa SMP di Sleman Tewas Dalam Rumah, Diduga Dibunuh Kenalannya

Regional
Pria Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Hotel, Polisi: Korban Hampir Seminggu Menginap

Pria Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Hotel, Polisi: Korban Hampir Seminggu Menginap

Regional
Diperingatkan Luhut, Pemerintah DI Yogyakarta Rencanakan Tambah Bed di Rumah Sakit Rujukan

Diperingatkan Luhut, Pemerintah DI Yogyakarta Rencanakan Tambah Bed di Rumah Sakit Rujukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X