Hidup Bergantung dengan Barang dari Malaysia, Warga 3 Desa di Kaltara Tetap Ingin Jadi WNI

Kompas.com - 19/03/2021, 06:09 WIB
Sejumlah warga di wilayah OBP Lumbis Hulu tetap memilih Indonesia meski kehidupan perbatasan kian sulit sejak pandemi covid19 Dok.JustinusSejumlah warga di wilayah OBP Lumbis Hulu tetap memilih Indonesia meski kehidupan perbatasan kian sulit sejak pandemi covid19

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan amunisi dan granat aktif oleh Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonarhanud 16/SBC di Pegunungan Putao atau lebih dikenal Gunung Ghurka di wilayah tersebut.

"Jadi sekalipun ada iming-iming Malaysia supaya kami pindah, kami katakan tidak! Biar sejengkal, kami tidak rela tanah Indonesia hilang dari kami, kami teguh menjaga sumpah," tegasnya.

Selain itu, ada petuah yang menjadi pegangan oleh warga adat dalam mempertahankan NKRI. Kalimat tersebut adalah, ’Lumuat mingkotoh amarinding ra pamahunan’

"Berdiri teguh menjaga dan menjadi benteng patok hidup di perbatasan," kata Justinus penuh semangat dalam melafalkan kalimat sakral tersebut.

Baca juga: Sabu 50 Kg Ditemukan di Perbatasan Kalbar, BNN: Masuk Lewat Jalur Tikus

Untuk menjaga semangat cinta NKRI, ketua adat dan veteran di Lumbis Hulu selalu menyisipkan sebuah kisah perjuangan.

Baik kisah heroik zaman revolusi ataupun konfrontasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami masih memiliki seorang veteran konfrontasi yang masih hidup. Namanya Pak Tukang, beliau yang aktif berhikayat bersama ketua adat. Cerita perjuangan dan budaya adat Tahol selalu terselip dalam setiap kisah yang diceritakan," kata Justinus.

Selain itu, ada warisan turun temurun yang selama ini menjadi wanti wanti sekaligus sebagai wasiat nenek moyang Dayak Tahol.

Di mana pun suku Dayak Tahol berada, dia wajib memiliki tanah di kampung halaman.

Hal tersebut untuk menjaga tanah adat dan tanah ulayat masuk ke Malaysia.

Sebagai informasi, sejumlah daerah di Kecamatan Lumbis Hulu sudah jadi perebutan sejak masa penjajahan.

Baca juga: Miris, 5 Guru Honorer di Nunukan Hanya Digaji Rp 32.500 Per Bulan

Pada 1915, ketika Indonesia masih di bawah penjahanan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini menjadi sengketa dengan Kerajaan Inggris yang kala itu menduduki Malaysia.

Kedua negara tersebut berebut jajahan sehingga masih ada sekitar 4.800 hektar di wilayah ini, belum dirampungkan pengukurannya.

"Lokasi OBP itu di sekitar sungai Sinapat yang ada di Lumbis Hulu, dari patok B 2700 sampai B 3100. Luasnya sekitar 4.800 hektar," jelas Justinus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, 29 Orang Jadi Korban

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, 29 Orang Jadi Korban

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Regional
Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Regional
Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Regional
Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Regional
Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Regional
Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Regional
Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Terluka

Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Terluka

Regional
Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Regional
Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Regional
Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Regional
Jerat Pinjol, 'Racun' di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Jerat Pinjol, "Racun" di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Regional
8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.