Sabu 50 Kg Ditemukan di Perbatasan Kalbar, BNN: Masuk Lewat Jalur Tikus

Kompas.com - 10/03/2021, 20:14 WIB
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat (Kalbar) menemukan 5 paket pengiriman barang dari Medan, Sumatera Utara (Sumut), berisi 11,9 kilogram ganja kering tanpa pemilik. Paket-paket tersebut ditemukan menumpuk di salah satu gudang jasa pengiriman di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalbar, Senin (23/2/2021) silam. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTABadan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat (Kalbar) menemukan 5 paket pengiriman barang dari Medan, Sumatera Utara (Sumut), berisi 11,9 kilogram ganja kering tanpa pemilik. Paket-paket tersebut ditemukan menumpuk di salah satu gudang jasa pengiriman di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalbar, Senin (23/2/2021) silam.

PONTIANAK, KOMPAS.comJalur tikus atau jalur batas negara tak resmi di Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi surga bagi bandar untuk menyelundupkan narkobanya di Indonesia.

Teranyar, dua kali prajurit TNI menemukan puluhan kilogram tak bertuan saat menggelar patroli di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.      

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar Kombes Pol Ade Yana mengatakan, saat ini memang sebagian besar pengungkapan narkoba di perbatasan melalui jalur tikus di hutan.

“Sabu atau narkoba lain yang masuk bukan lewat border (jalur masuk resmi), tapi lewat hutan. Sebab tidak semua jalur itu dijaga aparat,” kata Ade kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: BNN Kalbar Temukan 5 Paket Tak Bertuan Berisi 11,9 Kg Ganja dari Perusahaan Ekpedisi

Menurut Ade, para bandar juga seringkali menggunakan warga tempatan yang sudah paham kondisi hutan perbatasan untuk menjadi kurir.

“Mereka bawa narkoba lewat jalur tikus yang kosong, tidak dijaga aparat. Kurir juga kebanyakan orang sana (warga lokal) yang paham kondisi di sana,” ucap Ade.

Ade menjelaskan, pandemi Covid-19 tidak terlalu mempengaruhi peredaran narkoba, khususnya di Kalbar.

Sebab, berdasarkan sejumlah temuan, menunjukkan produksi narkoba jenis sabu tersebut berasal dari Tiongkok, China. Kemudian, transit di Malaysia Timur, lalu masuk ke Indonesia melalui perbatasan di Kalbar.

Ade menduga, bandar besarnya berada di Malaysia kemudian dibeli dan dikirim menggunakan jasa kurir ke Indonesia.

“Setalah masuk, ada yang dijual di Kalbar, ada juga yang disebar ke daerah lain, bahkan ke Pulau Jawa. Tapi lebih banyak di Kalbar,” ujar Ade.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aiptu Tomy, Sasaran Sate Beracun, Diperiksa Propam Polda DIY

Aiptu Tomy, Sasaran Sate Beracun, Diperiksa Propam Polda DIY

Regional
Tambah 2 Kasus, Jumlah Mahasiswa MMTC Yogyakarta Positif Covid-19 Jadi 16 Orang

Tambah 2 Kasus, Jumlah Mahasiswa MMTC Yogyakarta Positif Covid-19 Jadi 16 Orang

Regional
Ibu Rumah Tangga Ditangkap karena Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Ternyata Seorang Residivis

Ibu Rumah Tangga Ditangkap karena Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Ternyata Seorang Residivis

Regional
Pintu Tol Palembang Tak Disekat, Kendaraan Pelat Luar Sumsel Bebas Keluar Masuk

Pintu Tol Palembang Tak Disekat, Kendaraan Pelat Luar Sumsel Bebas Keluar Masuk

Regional
Anggotanya Dituduh Minta Rp 100.000 Loloskan Pengendara Mobil, Kapolsek: Kami Tak Berani

Anggotanya Dituduh Minta Rp 100.000 Loloskan Pengendara Mobil, Kapolsek: Kami Tak Berani

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik di Surabaya, Terminal Purabaya Sepi meski Bus AKAP dan AKDP Diizinkan Beroperasi

Hari Pertama Larangan Mudik di Surabaya, Terminal Purabaya Sepi meski Bus AKAP dan AKDP Diizinkan Beroperasi

Regional
Gagal Mudik, 10 Orang dari Jakarta Tepergok Sembunyi Pakai Terpal di Bak Truk, Ini Ceritanya

Gagal Mudik, 10 Orang dari Jakarta Tepergok Sembunyi Pakai Terpal di Bak Truk, Ini Ceritanya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Mei 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 6 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 6 Mei 2021

Regional
2 Warga Ditangkap Bawa Senjata Api Rakitan, Terancam 20 Tahun Penjara

2 Warga Ditangkap Bawa Senjata Api Rakitan, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Penjualan Rapid Tes Antigen Ilegal di Semarang, Omzet Rp 2,8 Miliar Selama 5 Bulan

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Penjualan Rapid Tes Antigen Ilegal di Semarang, Omzet Rp 2,8 Miliar Selama 5 Bulan

Regional
Pusat Perbelanjaan di Malang Mulai Ramai Jelang Lebaran, Pengunjung Tertib Pakai Masker

Pusat Perbelanjaan di Malang Mulai Ramai Jelang Lebaran, Pengunjung Tertib Pakai Masker

Regional
Sejumlah Pemudik dari Jakarta Sudah Diminta Putar Balik di Kulon Progo

Sejumlah Pemudik dari Jakarta Sudah Diminta Putar Balik di Kulon Progo

Regional
Pencairan THR untuk ASN dan Tenaga Harian Lepas di Salatiga Capai Rp 17 Miliar

Pencairan THR untuk ASN dan Tenaga Harian Lepas di Salatiga Capai Rp 17 Miliar

Regional
Saat Presiden Jokowi Berdialog dengan Para Nelayan di Lamongan, Ini Keluh Kesah Mereka

Saat Presiden Jokowi Berdialog dengan Para Nelayan di Lamongan, Ini Keluh Kesah Mereka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X