Pulang dari Kebun, Kakek 75 Tahun Tiba-tiba Dibacok Seorang Pria Bertopeng

Kompas.com - 16/03/2021, 19:45 WIB
Ilustrasi penganiayaan ShutterstockIlustrasi penganiayaan

AMBON, KOMPAS.com - David Sapulette (75), warga Desa Siri Sori Amalatu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, mengalami luka serius setelah dibacok seorang pria bertopeng.

Isiden penganiayaan itu bermula saat korban bersama istrinya Yuliana Sapulette dan seorang cucunya dalam perjalan pulang dari kebun pada Senin (15/3/2021).

Baca juga: Minta Bupati Tambah Honor Perawat di Ponkesdes, Khofifah: Honor Mereka Masih di Bawah UMK

Tiba di hutan dusun Matahotal, kakek, nenek, dan cucu, itu disergap oleh pelaku.

"Saat sampai di hutan dusun Matahotal tiba-tiba pelaku  keluar dari lokasi persembunyian dan langsung menyerang korban," kata Kapolsek Saparua AKP Rony Ferdy saat dikonfirmasi Kompas.com dari Ambon, Selasa (16/3/2021).

Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu menyerang korban dengan sebilah parang di bagian kepala, lengan, dan bagian lainnya.

Korban pun langsung melarikan diri ke arah jalan raya setelah mendapat serangan itu. Ia berteriak meminta tolong kepada warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pria Ini Mengaku Polisi Bermodal Pistol Plastik, Tilang Remaja yang Balap Liar

"Setelah korban lari ke jalan raya, pelaku langsung kabur masuk ke hutan," ujarnya.

Rony menambahkan, sebelum pelaku menyerang David, istri korban yang berjalan di belakang sempat berpapasan dengan pelaku.

 

Yuliana menyapa dan bertanya tujuan pelaku. Namun, pelaku tidak menggubris pertanyaan itu.

"Lalu tiba-tiba pelaku ini langsung menyerang korban. Pelaku ini memakai penutup wajah," katanya.

Baca juga: Pemkot Ambon: Mei atau Juni, Pengemudi Angkot Wajib Memiliki Sertifikat Vaksin, kalau Tidak...

Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Saparua. Ia ditolong warga yang saat itu melintas di hutan tersebut.

"Untuk pelaku masih kita selidiki identitasnya,  yang jelas kita sedang mengejarnya," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.