Ditangkap, Tersangka Penghina Menteri Agama Terancam 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 04/03/2021, 13:23 WIB
Tersangka berinisial MAB penghina Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Dok. Humas Polda SulutTersangka berinisial MAB penghina Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

MANADO, KOMPAS.com - Polisi menangkap pria berinisial MAB (58) terkait perkara tindak pidana penghinaan terhadap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

Warga Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut) ini ditangkap karena mengunggah foto Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang telah diedit hanya memiliki satu mata di akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahan tersebut tersangka juga menuliskan kalimat sebagai berikut,

“Dajjal telah turun ke bumi, para munafikun juga sudah bertebaran di atas bumi, dunia semakin tua mengaku Islam tetapi dari belakang menusuk Islam, ingat !!!! kita semua akan melalui titian yg lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang, semoga para munafikun dan pemimpin yang zolim tidak akan menebusnya”.

Baca juga: Polisi: Perempuan Penghina Pancasila Alami Gangguan Jiwa karena Suami Di-PHK

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, tersangka melakukan perbuatannya pada Minggu 28 Februari 2021 sekitar pukul 10.00 Wita.

"Pada Senin (1/3/2021) atau sehari kemudian tim mendatangi rumah tersangka dan mengamankannya, lalu membawa tersangka ke mapolda untuk diperiksa," kata Jules kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Hasil interogasi sementara, tersangka mengaku mendapat foto tersebut dari grup WhatsApp.

"Tersangka berdalih tidak ada maksud apa-apa mem-posting hal tersebut di media sosial," sebut Jules.

Ia menuturkan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah ponsel dan hasil tangkapan layar unggahan tersangka.

"Saat ini tersangka ditahan di Polda Sulut," ujarnya.

Baca juga: Terduga Penghina Gubernur Kalbar Saat Demo Masih di Bawah Umur

Atas perbuatannya, kata Jules, tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2), tersangka dijerat pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Korban Bencana di NTT, 175 Orang Tewas, 45 Hilang, dan 24.645 Rumah Rusak

UPDATE Korban Bencana di NTT, 175 Orang Tewas, 45 Hilang, dan 24.645 Rumah Rusak

Regional
'Saya Pegang Tembok Waktu Mau Shalat, Rumah Goyang ke Kanan dan Kiri'

"Saya Pegang Tembok Waktu Mau Shalat, Rumah Goyang ke Kanan dan Kiri"

Regional
Evakuasi Jenazah Guru di Beoga, Papua Alot, KKB Minta Tebusan, Bupati Puncak: Demi Kemanusiaan, Kami Penuhi

Evakuasi Jenazah Guru di Beoga, Papua Alot, KKB Minta Tebusan, Bupati Puncak: Demi Kemanusiaan, Kami Penuhi

Regional
Saat Gempa, Pasutri Pengendara Motor Tertimpa Batu Besar di Lumajang, Suami Dikabarkan Tewas

Saat Gempa, Pasutri Pengendara Motor Tertimpa Batu Besar di Lumajang, Suami Dikabarkan Tewas

Regional
Kantor Camat di Trenggalek Porak-poranda Setelah Diguncang Gempa Malang

Kantor Camat di Trenggalek Porak-poranda Setelah Diguncang Gempa Malang

Regional
Gempa Malang, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Ringan hingga Parah

Gempa Malang, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Ringan hingga Parah

Regional
Bocah Satu Tahun Selamat dari Rentuhan Rumah Saat Gempa, Digendong Ibu Sebelum Tembok Roboh

Bocah Satu Tahun Selamat dari Rentuhan Rumah Saat Gempa, Digendong Ibu Sebelum Tembok Roboh

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 April 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 April 2021

Regional
Anggota Brimob Selingkuh dengan Dokter yang Ternyata Istri Polisi, Tepergok Mertua

Anggota Brimob Selingkuh dengan Dokter yang Ternyata Istri Polisi, Tepergok Mertua

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 April 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 April 2021

Regional
Akibat Gempa M 6,7 Listrik di Malang Selatan Sempat Mati

Akibat Gempa M 6,7 Listrik di Malang Selatan Sempat Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 April 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 April 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 April 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 April 2021

Regional
Gempa Melanda Malang dan Sangihe Sulut dalam Satu Hari, Ini Faktanya

Gempa Melanda Malang dan Sangihe Sulut dalam Satu Hari, Ini Faktanya

Regional
Satu Orang Tewas Tertimpa Batu Besar Saat Gempa Malang

Satu Orang Tewas Tertimpa Batu Besar Saat Gempa Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X