Di-PHK Saat Pandemi, Pemuda Wonogiri Tanam Semangka Baby Black Sweet Raup Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 04/03/2021, 11:27 WIB
PANEN-Bupati Wonogiri, Joko Sutopo memanen perdana semangka premium jenis baby black sweet di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/3/2021). KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIPANEN-Bupati Wonogiri, Joko Sutopo memanen perdana semangka premium jenis baby black sweet di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/3/2021).

Bahkan keuntungan melebihi jumlah tersebut lantaran satu tanaman semangka bisa dipanen dua kali.

Untuk masa tanam semangka premium tidaklah lama. Awal menanam hingga panen hanya membutuhkan waktu tiga bulan. Sementara panen kedua hanya perlu menunggu dua bulan.

Hendri merasa beruntung kelompok taninya difasilitasi Pemkab Wonogiri untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Pasalnya untuk bertanam semangka premium membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Bank berani memberikan pinjaman lantaran kepastian penjualan semangka yang sudah dikontrak dengan salah satu perusahaan buah-buahan di Jakarta.

“Untuk penjualan sudah ada kemitraan dengan Sweety Farm bila panen dibeli satu kilogram semangka seharga Rp 8.000,” kata Hendri.

Baca juga: Duka Alfian, Pelajar SMK di Klaten, Dua Tangannya Diamputasi Tersetrum Listrik Saat PKL

Tak hanya menguntungkan petani, kata Hendri, penanaman semangka itu juga menyerap tenaga kerja. Bahkan satu tenaga kerja diupah dalam satu bulan sebesar Rp 3 juta.

Sementara itu Heru Budi Santoso, petani lainnya mengaku memilih menanam semangka premium lantaran kepastian harga yang diperoleh dari perusahaan setelah panen. Pasalnya bila menanam semangka biasa, harganya bisa hancur saat panen tiba.

“Tahun 2018 tanam semangka lokal. Produksi banyak tapi harga pasaran hancur. Begitu kita panen biasanya harga jatuh. Saya tanam tiga kali, dua kali hasil tipis dan ketiga harga jatuh (merugi),” kata Heru.

Setelah berkenalan dengan perusahaan buah-buahan di Jakarta, Heru lalu ditawari untuk menanam semangka baby black sweet dengan jaminan harga beli setelah panen. Tertarik dengan tawaran tersebut, Heru lalu mencoba menanam 6.000 pohon dengan hasil panen mencapai 23 ton.

Bila dikalikan dengan harga beli di perusahaan, maka Heru mendapatkan omzet Rp 184 juta dalam sekali panen. Sementara laba yang diperoleh mencapai 40 juta dalam satu kali panen dalam waktu tiga bulan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Penjualan Rapid Tes Antigen Ilegal di Semarang, Omzet Rp 2,8 Miliar Selama 5 Bulan

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Penjualan Rapid Tes Antigen Ilegal di Semarang, Omzet Rp 2,8 Miliar Selama 5 Bulan

Regional
Pusat Perbelanjaan di Malang Mulai Ramai Jelang Lebaran, Pengunjung Tertib Pakai Masker

Pusat Perbelanjaan di Malang Mulai Ramai Jelang Lebaran, Pengunjung Tertib Pakai Masker

Regional
Sejumlah Pemudik dari Jakarta Sudah Diminta Putar Balik di Kulon Progo

Sejumlah Pemudik dari Jakarta Sudah Diminta Putar Balik di Kulon Progo

Regional
Pencairan THR untuk ASN dan Tenaga Harian Lepas di Salatiga Capai Rp 17 Miliar

Pencairan THR untuk ASN dan Tenaga Harian Lepas di Salatiga Capai Rp 17 Miliar

Regional
Saat Presiden Jokowi Berdialog dengan Para Nelayan di Lamongan, Ini Keluh Kesah Mereka

Saat Presiden Jokowi Berdialog dengan Para Nelayan di Lamongan, Ini Keluh Kesah Mereka

Regional
10 Pemudik dari Jakarta Dipulangkan Usai Tepergok Sembunyi di Bak Truk, Sopir Ditilang, Truk Ditahan

10 Pemudik dari Jakarta Dipulangkan Usai Tepergok Sembunyi di Bak Truk, Sopir Ditilang, Truk Ditahan

Regional
Pemkot Magelang PHK Puluhan Tenaga Harian Lepas, Wali Kota: Sudah Sesuai Evaluasi

Pemkot Magelang PHK Puluhan Tenaga Harian Lepas, Wali Kota: Sudah Sesuai Evaluasi

Regional
Warga Pematangsiantar Boleh Mudik Lokal ke Simalungun dan Sebaliknya, Meski Bukan Aglomerasi

Warga Pematangsiantar Boleh Mudik Lokal ke Simalungun dan Sebaliknya, Meski Bukan Aglomerasi

Regional
Simpan 208 Bungkus Bubuk dan 1.187 Selongsong Mercon, Warga Bondowoso Ditangkap Polisi

Simpan 208 Bungkus Bubuk dan 1.187 Selongsong Mercon, Warga Bondowoso Ditangkap Polisi

Regional
Petugas Curiga Tumpukan Kain Bergerak, Ternyata Pemudik dan Motornya Bersembunyi

Petugas Curiga Tumpukan Kain Bergerak, Ternyata Pemudik dan Motornya Bersembunyi

Regional
Sambut Wold Superbike, Menteri Sandiaga Uno Akan Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 di NTB

Sambut Wold Superbike, Menteri Sandiaga Uno Akan Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 di NTB

Regional
68 Obyek Wisata di Banyuwangi Buka Saat Libur Lebaran, Kapasitas Pengunjung Dibatasi

68 Obyek Wisata di Banyuwangi Buka Saat Libur Lebaran, Kapasitas Pengunjung Dibatasi

Regional
Fakta-fakta Terbongkarnya Peredaran Alat Rapid Test Antigen Ilegal di Jateng, Pelaku Raup Rp 2,8 M

Fakta-fakta Terbongkarnya Peredaran Alat Rapid Test Antigen Ilegal di Jateng, Pelaku Raup Rp 2,8 M

Regional
872 Kendaraan dari Jakarta dan Bandung Diminta Putar Balik di Pos Gentong Tasikmalaya

872 Kendaraan dari Jakarta dan Bandung Diminta Putar Balik di Pos Gentong Tasikmalaya

Regional
Pengemudi Mobil Marah, Sebut Polisi Minta Rp 100.000 agar Diizinkan Lewati Penyekatan, Ini Klarifikasinya

Pengemudi Mobil Marah, Sebut Polisi Minta Rp 100.000 agar Diizinkan Lewati Penyekatan, Ini Klarifikasinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X