Video Viral Perpeloncoan Mahasiswa Baru, UHO Kendari Sebut Kegiatan LDK Tak Berizin

Kompas.com - 03/03/2021, 07:10 WIB
Puluhan mahasiswa baru angkatan 2020 jurusan pendidikan ekonomi FKIP Universitas Halu Oleo Kendari, diduga mengalami kekerasan dari seniornya saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di pantai Nambo, Kendari. (Foto Istimewa) KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPuluhan mahasiswa baru angkatan 2020 jurusan pendidikan ekonomi FKIP Universitas Halu Oleo Kendari, diduga mengalami kekerasan dari seniornya saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di pantai Nambo, Kendari. (Foto Istimewa)

KENDARI, KOMPAS.com - Video aksi perpeloncoan kepada mahasiswa baru saat latihan dasar kepemimpinan (LDK) di Kendari, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 18 detik itu memperlihatkan puluhan mahasiswa laki-laki dan perempuan angkatan 2020 berbaring berjajar di bibir pantai sambil dipukul dan ditendang oleh seniornya.

Aksi perpeloncoan diduga dilakukan pengurus himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di Pantai Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (28/2/2021).

Baca juga: Video Ospek Viral, Unesa Kunjungi Rumah Mahasiswa Baru untuk Minta Maaf

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UHO Nur Arafah mengatakan pihaknya akan menelusuri aksi perpeloncoan dan meminta pihak fakultas untuk segera memberikan tindakan.

"Kampus tidak akan bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, dan tidak akan melakukan pendampingan jika kasus ini dibawa ke ranah pidana," Nur Arafah dalam keterangan persnya, Selasa (2/3/2021).

Ia juga menjelaskan, kegiatan LDK yang diikuti 79 mahasiswa angkatan 2020 itu, tidak mendapatkan izin dari pihak fakultas.

"Secara institusi kampus tidak pernah mengeluarkan izin terkait kegiatan tersebut, acuannya jelas ada dalam panduan UHO selama pandemi Covid-19. Apa yang terjadi di luar sepengetahuan institusi, kami kaget baru mengetahui setelah video itu viral," kata Nur Arafah.

Baca juga: Video Ospek Viral, Mahasiswa Unesa Tertekan Luar Biasa sampai Harus Diterapi

Dikatakan Nur Arafah, aski kekerasan yang terjadi ini telah mencoreng nama baik UHO.

Pihaknya telah melakukan langkah antisipasi, dan saat ini sedang mencari fakta dalam video tersebut.

"Kita gelar rapat dan menindaklanjuti masalah tersebut, jika ditemukan pelanggaran akan ada pemberian sanksi teguran hingga skors," tegasnya.

Sementara itu, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Waris Agono menegaskan, pihaknya meminta orangtua mahasiswa tersebut untuk segera melapor ke polisi.

"Kami membuka ruang, jika ada pihak korban yang ingin melaporkan kasus ini untuk segera diproses hukum," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Temanggung di Zona Merah dan Oranye Diminta Shalat Id di Rumah

Warga Temanggung di Zona Merah dan Oranye Diminta Shalat Id di Rumah

Regional
70 Tempat Wisata di Karawang Buka Saat Libur Lebaran, Khusus untuk Warga Karawang

70 Tempat Wisata di Karawang Buka Saat Libur Lebaran, Khusus untuk Warga Karawang

Regional
Bangka Belitung Surplus Listrik, Pasokan Masjid hingga Bandara Terjaga Selama Lebaran

Bangka Belitung Surplus Listrik, Pasokan Masjid hingga Bandara Terjaga Selama Lebaran

Regional
Guru Mengaji di Ciamis Dijemput Densus 88 Saat Akan Belanja ke Pasar, Keluarganya Kaget

Guru Mengaji di Ciamis Dijemput Densus 88 Saat Akan Belanja ke Pasar, Keluarganya Kaget

Regional
Selama Libur Lebaran, Pemprov Jambi Tutup Semua Tempat Wisata

Selama Libur Lebaran, Pemprov Jambi Tutup Semua Tempat Wisata

Regional
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Selama Liburan Idul Fitri, Cegah Penyebaran Covid-19

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Selama Liburan Idul Fitri, Cegah Penyebaran Covid-19

Regional
Diselamatkan Polisi dari Amukan Massa, Pria Ini Malah Sabetkan Senjata Tajam ke Penolongnya, Ini Kronologinya

Diselamatkan Polisi dari Amukan Massa, Pria Ini Malah Sabetkan Senjata Tajam ke Penolongnya, Ini Kronologinya

Regional
503 PMI Telah Pulang ke Blitar, 9 Positif Covid-19

503 PMI Telah Pulang ke Blitar, 9 Positif Covid-19

Regional
OTT Bupati Nganjuk, Sejumlah Berkas Disita dari Kantor BKD

OTT Bupati Nganjuk, Sejumlah Berkas Disita dari Kantor BKD

Regional
Dakwah Melalui Secangkir Kopi

Dakwah Melalui Secangkir Kopi

Regional
Crazy Rich yang Sebar Uang Rp 100 Juta Ternyata Bagi-bagi Bonus, Ini Penjelasannya

Crazy Rich yang Sebar Uang Rp 100 Juta Ternyata Bagi-bagi Bonus, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Tarawih Muncul di Purbalingga, 3 RT 'Lockdown'

Klaster Tarawih Muncul di Purbalingga, 3 RT "Lockdown"

Regional
Video Wanita Sebar Uang Rp 100 Juta dari Balkon Viral, Ternyata Pengusaha, Ini Dia Sosoknya

Video Wanita Sebar Uang Rp 100 Juta dari Balkon Viral, Ternyata Pengusaha, Ini Dia Sosoknya

Regional
Mengacu PPKM Mikro, Wali Kota Eri Izinkan Warga Surabaya Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Mengacu PPKM Mikro, Wali Kota Eri Izinkan Warga Surabaya Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Regional
Bus BST Terserempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Bus BST Terserempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X