Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Kompas.com - 25/02/2021, 13:26 WIB
Foto: Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Agustinus Wijoyo memberikan keterangan saat konferensi Pers di Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Rabu (24/2/2021). KOMPAS.COM/Teguh PribadiFoto: Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Agustinus Wijoyo memberikan keterangan saat konferensi Pers di Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Rabu (24/2/2021).


PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Sumatera Utara, menyatakan kasus penistaan agama oleh 4 tenaga forensik di RSUD Djasamen Saragih tidak terdapat cukup bukti.

Kejari Pematangsiantar mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) atas kasus tersebut.

Keempat 4 tersangka akhirnya bebas dari tuntutan hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Agustinus Wijono mengatakan, penyidik Polres Pematangsiantar sebelumnya telah menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.

Baca juga: ICJR Sayangkan Penetapan Tersangka 4 Petugas Forensik karena Mandikan Jenazah Wanita

Kemudian berkas dinyatakan lengkap pada 2 Februari 2021 oleh jaksa peneliti.

Selanjutnya, pada 18 Februari 2021 diserahkan tanggung jawab dari penyidik polisi ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agustinus menjelaskan, sebelum berkas perkara diserahkan ke Pengadilan Negeri Pematangsiantar, penuntut umum menentukan, apakah berkas perkara telah memenuhi syarat atau tidak.

"Setelah saya, selaku Kajari melakukan penelitian atas layak atau tidaknya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri berdasarkan kewenangan dan undang-undang, maka dalam hal ini ditemukan atau kekeliruan dari jaksa peneliti dalam menafsirkan unsur, sehingga tidak terpenuhinya unsur-unsur yang didakwa kepada para terdakwa," kata Agustinus saat konferensi pers di Kantor Kejari Pematangsiantar, Rabu (23/2/2021).

Kronologi kasus menurut jaksa

Agustinus menjelaskan, almarhum Z meninggal dunia pada 20 September 2020, pukul 16.38 WIB di RSUD Djasamen Saragih.

Pasien diduga meninggal akibat Covid-19 setelah dirawat isolasi selama dua hari.

Selanjutnya, pada pukul 20.00 WIB, dilakukan pemulasaraan terhadap jenazah oleh 4 petugas forensik di ruang instalasi jenazah di Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih.

Baca juga: Petugas Forensik Jadi Tersangka karena Mandikan Jenazah, Kerja 24 Jam akibat Kurang Tenaga

Suami almarhum, FM melihat jenazah dimandikan oleh laki-laki, yakni keempat petugas forensik yang secara Islam dianggap bukan muhrimnya.

Keempat petugas memandikan jenazah hingga mendokumentasikan proses pemulasaraan.

FM melihat langsung kejadian tersebut melalui pintu kamar jenazah.

FM kemudian merasa keberatan, karena sebelumnya mendapat pemberitahuan bahwa yang memandikan istrinya adalah petugas yang mendapat sertifikasi Bilal Mayit dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar.

Namun, tidak dijelaskan petugas tersebut berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

FM kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Pematangsiantar.

Pasal yang disangkakan kepada keempat petugas forensik adalah Pasal 156 huruf a KUHP tentang penistaan agama, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X