Kondisi Bangunan SMA Negeri di Riau yang Terancam Ambruk, Saat Hujan Berlumpur, Saat Panas Berdebu

Kompas.com - 24/02/2021, 09:00 WIB
Kondisi longsor di dekat bangunan SMA Negeri 5 di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (23/2/2021). KOMPAS.COM/IDONKondisi longsor di dekat bangunan SMA Negeri 5 di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (23/2/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 di Jalan Karosin, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terancam ambruk. Kondisi ini mengancam keselamatan para siswa.

Bangunan sekolah yang terancam ambruk ini terdapat dua kelas, yakni kelas 10 yang dipakai siswa untuk belajar.

Bangunan terancam ambruk, karena di bagian belakang terdapat tebing tanah setinggi lebih kurang tiga meter.

Tebing tersebut terus tergerus ketika diguyur hujan deras, karena struktur tanah bercampur pasir dan mudah longsor.

Saat ini jarak tebing dari bangunan sekolah tinggal sekitar tiga meter.

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Kian Parah, Asap Terus Menyebar

Truk galian C

Ancaman longsor diperparah dengan banyaknya kendaraan truk galian c yang melintas di jalan arah sekolah yang menyatu dengan tebing tersebut. Di tambah lagi dengan drainase yang tak memadai.

Kondisi ini membuat pihak sekolah khawatir akan ambruknya bangunan tersebut, yang dapat mengancam keselamatan siswa.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Riau diharapkan secepat mungkin membantu untuk membuat penahan tanah atau turap dan drainase beton.

"Kami sudah sangat khawatir dengan kondisi tanah tergerus di belakang bangunan sekolah kami. Lama kelamaan akan bisa ambruk tergerus air hujan. Yang kita takutkan adalah ketika siswa sedang belajar tiba-tiba bangunan ambruk," ungkap Kepala SMA Negeri 5 Tapung, Aldela Tambusai saat diwawancarai Kompas.com di sekolahnya, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: SMA di Kampar Riau Terancam Ambruk Akibat Longsor, Siswa: Tolong Kami, Pak Gubernur

Sudah 4 tahun berlangsung

Kondisi ini, tambah dia, sudah berlangsung selama empat tahun. Lonsoran tanah semakin mendekati bangunan sekolah.

Untuk mengantisipasi bangunan ambruk,

Aldela mengaku telah mengirim proposal ke Dinas Pendidikan Riau, agar cepat dibangun turap dan drainase.

Meski sudah ditanggapi, tetapi pembangunannya akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang. Sementara kondisi di lokasi sudah sangat menakutkan.

"Alhamdulillah, Dinas Pendidikan Riau sudah menanggapi. Tapi, (pembangunan turap) akan diajukan pada tahun 2022 mendatang. Setelah kita tengok kondisinya ini semakin parah dan harus cepat diatasi," ucap Aldela.

Ia mengaku sudah membuat rincian biaya pembangunan turap dan drainase, yakni sekitar Rp 860 juta. Sedangkan untuk turap saja, biaya sekitar Rp 300 juta.

Sementara itu, sambil menunggu penanganan dari pemerintah, pihak sekolah berinisiatif mencarikan solusi sementara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Regional
Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Regional
Ini Daftar Daerah di Jatim Berstatus Siaga dan Waspada Banjir, Surabaya Salah Satunya

Ini Daftar Daerah di Jatim Berstatus Siaga dan Waspada Banjir, Surabaya Salah Satunya

Regional
Anggota DPR Ditampar 2 Kali oleh Pria yang Anaknya Hendak Diselamatkan

Anggota DPR Ditampar 2 Kali oleh Pria yang Anaknya Hendak Diselamatkan

Regional
Polda Sulut Akan Berlakukan Tilang Elektronik di Manado, Ini Lokasinya

Polda Sulut Akan Berlakukan Tilang Elektronik di Manado, Ini Lokasinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X