Dinilai Efektif, PPKM Mikro Diperluas untuk Seluruh Provinsi Banten

Kompas.com - 23/02/2021, 16:06 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat meninggalkan ruang vaksinasi Covid-19 di Pendopo Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaGubernur Banten Wahidin Halim saat meninggalkan ruang vaksinasi Covid-19 di Pendopo Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021).

SERANG, KOMPAS.com - Gubernur Banten Wahidin Halim memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Tangerang Raya mulai 23 Februari-8 Maret 2021.

Tak hanya itu, Wahidin memutuskan untuk memperluas PPKM mikro ke semua daerah di Provinsi Banten.

"PPKM mikro diperpanjang dan kita perluas ke seluruh daerah," kata Wahidin kepada wartawan di rumah dinas Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Terapkan PPKM Mikro, Tangerang Raya Nihil RT Zona Merah

Menurut Wahidin, pertimbangan untuk memperluas PPKM mikro ke semua daerah karena  dinilai efektif menekan penyebaran Covid-19.

Terbukti, wilayah Tangerang Raya yang sudah menerapkan PPKM mikro sejak 9 Februari 2021, membuat Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang keluar dari zona merah.

Kini, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan masuk zona oranye. Sedangkan Kabupaten Tangerang zona kuning.

"PPKM mikro cukup efektif. Lihat saja Tangerang Raya, dua kota dari merah ke oranye, Kabupaten (Tangerang) dari merah ke kuning," ujar Wahidin.

Baca juga: Soal 400 Ton Sampah dari Tangsel, Pemkot Serang Akan Gunakan 3 Teknologi Ini

Wahidin berharap, penetapan PPKM mikro dapat memutus mata rantai penyebaran kasus Covid-19.

"Kalau tidak semuanya (menerapkan PPKM) bagaimana koordinasinya? Karena terjadi interaksi antara orang Lebak, serang ke Tangerang," kata Wahidin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, PPKM mikro di Tangerang Raya cukup signifikan terhadap penurunan kasus dan disiplin masyarakat.

"Zona wilayah risiko di Kota Tangerang, dari sekitar 5.000 RT yang ada, sekitar 200 RT zona kuning, selebihnya adalah zona hijau, tidak ada kasus," kata Ati.

Kemudian di Kabupaten Tangerang dari 8.000 RT, hanya 400 yang zona kuning, sisanya masuk zona hijau.

Selanjutnya Kota Tangsel, dari sekitar 3.900 RT yang ada, untuk zona kuning 400 dan selebihnya zona hijau.

"Jadi dengan adanya PPKM ini yang semula ada zona merah sudah zona kuning dan hijau," kata Ati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X