Pakar Biologi ITS Sarankan Pemerintah dan Warga Susun Protokol Mitigasi Paus Terdampar

Kompas.com - 22/02/2021, 17:57 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pakar Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyebut, pentingnya pemerintah dan masyarakat lokal untuk menyusun protokol mitigasi khusus untuk menangani paus yang terdampar.

Karena kejadian paus terdampar tidak hanya sekali dua kali terjadi di Indonesia.

Protokol mitigasi tujuan utamanya membentuk respons yang tanggap dari masyarakat dan pemerintah untuk membantu paus yang terdampar agar kembali melakukan perjalanan migrasinya di perairan.

"Tubuh paus yang relatif besar menyebabkan dia tidak dapat bermanuver kembali ke laut, sehingga dibutuhkan bantuan langsung dari manusia," kata Kepala Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS Surabaya Dewi Hidayati, saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2021).

Baca juga: 52 Ekor Paus Terdampar di Madura, BKSDA: Ini Fenomena Langka

Protokol mitigasi bisa disusun dengan memprediksi waktu paus terdampar, membangun pos pantau di garis pantai tertentu, dan menyusun penanganan teknis saat ada paus yang terdampar di pantai.

"Seperti bagaimana menjaga paus tetap dalam keadaan basah karena penyebab paus mati karena kehilangan kadar air di tubuhnya secara drastis. Jadi, paus harus tetap disiram dengan air laut," terang dia.

Beberapa literasi ilmiah bahkan menyarankan untuk melakukan euthanasia demi untuk mengurangi penderitaan paus jika memang tidak mungkin dikembalikan ke laut.

Euthanasia adalah praktik membunuh hewan atau manusia tanpa rasa sakit untuk tujuan mengurangi penderitaan, biasanya dengan memberikan suntik mati.

 

Untuk penanganan paus yang sudah mati, Dewi menyarankan untuk mengutamakan membuang bangkai ke laut, karena dengan banyaknya bangkai yang membusuk, dapat dijadikan sebagai sumber makanan predator yang dapat berkontribusi pada rantai makanan laut.

"Mungkin juga dari rangka paus yang mati bisa dijadikan sebagai sumber bahan pengajaran untuk mengembangkan studi tentang mamalia laut," ujar dia.

Baca juga: 52 Ekor Paus Terdampar di Madura, Apa Penyebabnya?

Kamis (18/2/2021) lalu, puluhan paus terdampar di pantai Desa Patereman Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.

Catatan BKSDA Jawa Timur, jumlah paus yang terdampar di pantai tersebut sebanyak 52 ekor.

Dari jumlah tersebut, 49 ekor ditemukan mati, dan tiga sisanya ditemukan dalam keadaan hidup. Tiga ekor paus yang ditemukan hidup telah digiring dan dilepaskan ke laut lepas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.