Tinggalkan Cantrang, Nelayan di Tegal Beralih ke Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Kompas.com - 16/02/2021, 06:20 WIB
Sejumlah nelayan cantrang yang tergabung HNSI didampingi Wakil Wali Kota M. Jumadi dan Komandan Lanal Letkol Mar. Ridwan Aziz mendeklarasikan diri siap mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan, di kawasan Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Senin (15/2/2021) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSejumlah nelayan cantrang yang tergabung HNSI didampingi Wakil Wali Kota M. Jumadi dan Komandan Lanal Letkol Mar. Ridwan Aziz mendeklarasikan diri siap mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan, di kawasan Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Senin (15/2/2021)

TEGAL, KOMPAS.com - Nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah mendeklarasikan diri siap mengganti alat tangkap cantrang ke alat tangkap ikan yang diklaim lebih ramah lingkungan, Senin (15/2/2021).

Deklarasi perwakilan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal digelar di kawasan Pelabuhan Jongor Kelurahan Tegalsari, Tegal Barat, Kota Tegal.

Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto mengatakan, keputusan nelayan itu diambil usai beraudiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta belum lama ini.

"Nelayan telah berkomitmen untuk mengganti alat tangkap yang saat ini digunakan menjadi ramah lingkungan," kata Riswanto, usai deklarasi.

Baca juga: Nasib Cantrang: Dilarang Susi, Dilegalkan Edhy, Digantung Trenggono

Deklarasi sendiri turut disaksikan Wakil Wali Kota M. Jumadi serta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal Letkol Mar. Ridwan Aziz.

Riswanto mengatakan, masih menunggu pemberian nama alat tangkapnya dari KKP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Riswanto memastikan, alat yang akan digunakan nantinya akan jauh berbeda bentuknya dengan cantrang.

"Kita menunggu nama alat tangkap. Karenanya hari ini kita mendeklarasikan diri untuk mengubah alat tangkap menjadi yang ramah lingkungan," kata Riswanto.

Baca juga: Simpang Siur Kebijakan Larangan Kapal Cantrang

Menurutnya, para nelayan berkomitmen menjaga keseimbangan antara ekologi dengan ekonomi.

"Perbedaan alatnya nanti diatur dalam peraturan yang baru. Kita masih menunggu itu sambil diberikan relaksasi selama setahun menunggu peraturan yang baru," kata Riswanto.

Di sisi lain, Riswanto berharap Pemerintah Kota Tegal serta Lanal Tegal bisa bersama-sama mengawal masa relaksasi hingga Peraturan Menteri KP yang baru terbit.

"Selain alat tangkap, kita juga masih menunggu teknis izin untuk melaut. Apakah menggunakan SKM (Surat Keterangan Melaut) atau lainnya. Harapannya nelayan tidak sampai kecewa," pungkasnya.

Wakil Wali Kota M. Jumadi mengatakan mendasari arahan Menteri KP, seluruh nelayan berkomitmen untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah.

"Nelayan siap mengubah alat tangkap ramah lingkungan. Seperti jaringan tidak boleh pakai cantrang, daerah tangkap juga sama," kata Jumadi.

Baca juga: Cerita Nelayan Tegal yang Melaut ke Natuna, Hasil Tangkapan Sedikit dan Rugi Ratusan Juta Rupiah

Komandan Lanal Tegal Letkol Mar Ridwan Azis mengatakan pihaknya bersama Pemkot dan HNSI siap mengawal hingga terbitnya Permen KKP baru tentang perubahan alat tangkap ramah lingkungan.

Lanal sebagai pembina masyarakat nelayan, juga akan terlibat langsung menyosialisasikan tentang kebijakan pemerintah yang baru.

"Selanjutnya, kita akan melakukan koordinasi jika ada persoalan terhadap nelayan yang sudah menggunakan alat tangkap yang baru di laut. Kita akan mengawal agar bisa cepat dilaksanakan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X