Kompas.com - 15/02/2021, 22:21 WIB
Akhyar Nasution mengenakan Tengkulok dan Uis Gara saat menghadiri debat publik perdana pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan 2020 yang dilaksanakan KPU Kota Medan di Hotel Grand Mercure, Sabtu (7/11/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIAkhyar Nasution mengenakan Tengkulok dan Uis Gara saat menghadiri debat publik perdana pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan 2020 yang dilaksanakan KPU Kota Medan di Hotel Grand Mercure, Sabtu (7/11/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Permohonan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kota Medan yang diajukan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi digugurkan Mahkamah Konstitusi (MK).

Putusan dibacakan pimpinan sidang yang juga Ketua MK Anwar Usman secara daring. Pertimbangannya berdasarkan Pasal 37 peraturan MK Nomor 6 tahun 2020 tentang Tata Beracara dalam Perkara Perselisihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. 

Anwar menjelaskan, gugurnya perkara ini karena pihak Akhyar-Salman ataupun kuasa hukumnya tidak hadir baik secara luring ataupun daring dalam sidang pemeriksaan pendahuluan pada Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Saat Gugatan Akhyar-Salman Digugurkan MK dan Bobby-Aulia Raih Suara Terbanyak Pilkada Medan...

Pemohon tak hadir, permohonannya gugur

Meski telah dipanggil secara sah dan patut, pihak pemohon tetap tidak hadir tanpa alasan sehingga mahkamah memutuskan permohonannya gugur. 

"Sampai saat ini, informasi dari kepaniteraan, pemohon Nomor 41 belum hadir," kata Hakim Konstitusi Daniel Yusamic Foekh. 

Terkait putusan tersebut, Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan Faisal saat dikonfirmasi wartawan mengaku bersyukur karena perkara dengan registrasi Nomor 41/PHP.KOT-XIX/2021 tersebut tidak dilanjutkan lagi.

"Perkara ini selesai, semoga semua pihak terkhusus warga Kota Medan dapat menerima keputusan ini," kata Faisal, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Ini Alasan MK Tetapkan Permohonan Sengketa Pilwakot Medan yang Diajukan Akhyar-Salman Gugur

KPU segera tetapkan calon terpilih di Medan

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Medan Zefrizal menambahkan, berdasarkan PKPU Nomor 5 tahun 2020 tentang tahapan dan jadwal pemilihan serta Surat Dinas KPU Nomor 135 tahun 2021 bahwa lima hari setelah MK memutuskan permohonan dinyatakan gugur atau ditolak, maka KPU harus menetapkan calon terpilih. 

"Kepastian penetapan calon terpilih di tanggal berapa, besok melalui pleno internal KPU Medan akan bicarakan," kata Zefrizal.

Permohonan sengketa PHPU Pilkada Kota Medan 2020 dimohonkan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang merupakan pasangan calon nomor urut satu.

Perkara ini menjadi satu di antara 13 perkara dari Provinsi Sumatera Utara yang berproses di MK.

Perkara yang masih berproses adalah Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Karo, Nias Selatan, Asahan, Samosir, Tanjungbalai dan Tapanuli Selatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X