Diduga Mesum di Gubuk Sawah, Pasangan SMP Ini Digerebek Warga, Orangtua Dipanggil

Kompas.com - 11/02/2021, 16:26 WIB
Warga Kampung Sukaruji, Kecamatan Rajapolah menggerebek sejoli SMP berbuat mesum di gubuk tengah pesawahan pada Kamis (11/2/2021). Dok. Warga Sukaruji, Rajapolah, Kab.TasikmalayaWarga Kampung Sukaruji, Kecamatan Rajapolah menggerebek sejoli SMP berbuat mesum di gubuk tengah pesawahan pada Kamis (11/2/2021).

KOMPAS.com - Diduga berbuat mesum di sebuah gubuk di tengah areal pesawahan milik warga, pasangan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, digerebek warga.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Sukaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kamis, (11/2/2021) siang.

Diketahui, pasangan sejoli itu bukan warga setempat. Mereka mengaku sengaja mencari tempat sepi untuk berbuat mesum.

Baca juga: Fakta Pria Bawa Senjata Tajam Saat Hendak Bertemu Kapolda, Diamankan Petugas, Mantan Suami Perwira Polisi

Usai digerebek warga, mereka pun digiring ke rumah Rukun Warga (RW).

Ketua RW Sukaruji, Yuyu Wahyudi mengatakan, kejadian berawal saat seorang warga melihat pasangan itu berjalan di areal persawahan menuju ke sebuah gubuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubuk itu, sambungnya, biasa dipakai istiraha para petani usai beraktifitas.

Baca juga: Dua Sejoli Mesum di Gubuk Tengah Sawah Digerebek Warga, Ternyata Masih SMP, Sudah Setengah Bugil dan Bawa Kondom

Karena curiga, warga pun kemudian melaporkannya ke tokoh masyarakat dan melakukan pengintian terhadap mereka hingga akhirnya digerebek waga.

"Kami warga di sini mengintai setelah melihat dua pasangan muda-mudi yang tak dikenal masuk ke sebuah gubuk di tengah sawah. Kami curiga akan berbuat mesuk sampai akhirnya digerebek dan ternyata benar," kata Yuyu, kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis siang.

Saat digerebek, lanjutnya, keduanya sudah setengah tanpa busana.

"Sudah setengah bugil keduanya. Padahal, perempuannya pakai kerudung. Seharusnya ini jadi perhatian serius buat para orangtuanya," ujarnya.

Baca juga: Pelaku Pembunuh 1 Keluarga Seniman di Rembang Ditangkap, Polisi: Tersangka Tunggal

Warga yang mengetahui perbuatan kedua sejoli tersebut hendak menghakimi keduanya. Namun, warga akhirnya memutuskan untuk membawanya ke rumah Ketua RW.

Usai kejadian itu, kedua orangtua pasangan sejoli SMP tersebut pun dipanggil dan mereka pun dizinkan pulang.

"Kita amankan dari amukan warga, dan diminta untuk disuruh pulang. Kejadian ini supaya menjadi pelajaran untuk muda-mudi lainnya dan tak berbuat mesum dimanapun. Tadi kita ceramahi oleh semua tokoh masyarakat dan tak lapor polisi karena sudah ada keluarganya," pungkasnya.

Baca juga: Detik-detik Mobil Tahanan Kejari Ditabrak Tronton hingga Mengakibatkan 4 Orang Luka Berat

 

(Penulis Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.