Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/02/2021, 19:44 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -Jalan Raya Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, hingga hari ini, Rabu (10/2/2021), masih terendam banjir.

Sepeda motor dan mobil belum bisa melalui jalan tersebut karena tinggi genangan air berkisar 40 sentimeter sampai 80 sentimeter. 

Hanya kendaraan dengan muatan berat seperti truk kontainer yang berani melintasi jalur itu.

Baca juga: Rumah Masih Terendam Banjir, Ratusan Warga Trimulyo Semarang Bertahan di Pengungsian

Sementara di bawah Jembatan Kaligawe kedalaman air mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengatakan arus kendaran kecil dari dan menuju Semarang terpaksa dialihkan.

"Gorong-gorong Kaligawe, arah Demak ke Semarang sampai saat ini belum bisa dilewati untuk kendaraan kecil," ujarnya kepada wartawan, Rabu.

Banjir di Jalan Kaligawe Semarang, Senin (8/2/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Banjir di Jalan Kaligawe Semarang, Senin (8/2/2021).

Polisi mengimbau bagi pengguna kendaraan kecil untuk menggunakan jalan tol dan menghindari Jalan Raya Kaligawe.

"Bagi pengendara mobil dari arah kota menuju Simpang Kubro, disarankan menggunakan jalur tol. Kendaraan kecil jangan melewati Gorong-gorong Kaligawe, hanya bisa dilewati kendaraan besar," katanya.

Baca juga: Peneliti Sebut Persoalan Banjir di Kota Semarang Akibat Pembebanan Struktur Bangunan

Sebelumnya diberitakan, Jalan Kaligawe Raya menuju arah Terboyo, Kecamatan Genuk lumpuh akibat banjir yang melanda sejak tiga hari yang lalu.

Kapolsek Genuk Kompol Subroto mengatakan, akibat banjir menerjang pihaknya melakukan pengalihan arus lalu lintas.

"Arus lalu lintas hanya kendaraan berat yang bisa lewat. Jadi untuk sementara, dari Demak kita alihkan ke kiri menuju Jalan Wolter Monginsidi, arah Majapahit, dan masuk tol kembali. Lalu, dari barat, mulai Tol Gayamsari, keluar Gayamsari dan masuk ke Wolter Monginsidi," jelas Subroto saat ditemui di RSI Sultan Agung, Senin (8/2/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.