Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus Penjualan Pulau Lantigiang Bisa Bertambah

Kompas.com - 07/02/2021, 18:09 WIB
Suasana Pulau Lantigiang Selayar, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan.  Dokumentasi Asri KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana Pulau Lantigiang Selayar, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. Dokumentasi Asri

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi hingga kini masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap tersangka baru dalam kasus penjualan pulau Lantigiang di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan mengatakan bahwa usai menetapkan satu tersangka, penyidik Polres Selayar bersama Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel masih mendalami keterangan para saksi. 

Sejauh ini, kata Zulpan, sudah ada 11 saksi yang diperiksa terkait pulau yang berada di Kecamatan Takabonerate tersebut. 

"Tidak menutup kemungkinan (tersangka lain) nanti akan kita kembangkan, kami mohon waktu karena ini sudah sebelas orang yang diperiksa," kata Zulpan saat diwawancara wartawan di Makassar, Minggu (7/2/2021).

Baca juga: Penerima DP Penjualan Pulau Lantigiang Selayar Ditetapkan Jadi Tersangka 

Zulpan mengatakan bahwa saat menjual pulau tersebut, Syamsu Alam pengusaha yang mengaku memiliki pulau itu tidak memiliki sertifikat kepemilikan lahan. 

Syamsu Alam, kata Zulpan hanya mengaku memiliki sertifikat jual beli dari Kepala Desa saat dia membelinya beberapa waktu lalu.

"Ini kan SA sebagai oknum saja yang mengaku sebagai pengusaha yang memiliki lahan itu yang seluas 5,6 hektar tapi karena setelah didalami kepemilikannya itu palsu," ujar Zulpan. 

Zulpan menegaskan bahwa pulau Lantigiang merupakan salah satu pulau dari 330 pulau yang dimiliki oleh negara dan tidak boleh dilepaskan ke pihak lain. 

Baca juga: Tak Hanya di Pulau Lantigiang, Asdianti Juga Beli Lahan di Pulau Latundu Besar


Pulau Lantigiang adalah taman nasional, tidak diperjualbelikan 

Dari kunjungan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di lokasi, pulau Lantigiang merupakan salah satu taman nasional di Kecamatan Bonerate. 

Namun terkait hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang memenangkan gugatan Asdianti selaku pembeli yang meminta izin teknis pendirian wisata alam, Zulpan menyebut pihaknya akan mendalami putusan tersebut. 

"Ya nanti kita lihat perkembangan lebih lanjit. Sementara ini adalah komitmen Polda Sulsel bahwa kita bekerja keras ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa penyidik profesional," tandas dia. 

Baca juga: Gubernur Sulsel Tegaskan Pulau Lantigiang Selayar Tak Diperjualbelikan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X