Cerita "Om Kos" di Mojokerto, Jual 36 Pelajar dan Sediakan Kamar Mesum hingga Libatkan "Reseller" di Bawah Umur

Kompas.com - 01/02/2021, 18:35 WIB
Ilustrasi prostitusi online ZULAIlustrasi prostitusi online
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - OS (38) pria yang akrab dipanggil Om Kos diamankan polisi karena terlibat kasus prostitusi pada Jumat (28/1/2021)

OS adalah pemilik kos harian di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Kota Mojokerto.

Dari hasil penyelidikan polisi, OS telah menjual 36 pelajar SMP dan SMK yang berusia 14 tahun hingga 16 tahun.

Baca juga: Pemilik Indekos Ini Sedikan Kamar Buat Mesum, Sudah Jual 36 Pelajar ke Pria Hidung Belang

Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan harga untuk sekali kencan antara Rp 250.000 hingga Rp 600.000.

"Harganya beragam dari Rp 250.000 hingga Rp 600.000 sekali kencan," kata Slamet, kepada wartawan, di Mapolda Jatim, Senin (1/2/2021).

Untuk kencan di kos milik OS, pria pelanggan ditarik harga sewa Rp 50.000 per 5 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Salah Satu Pelaku Perundungan di Banjarmasin Mengaku Terlibat Prostitusi Online

Libatkan "reseller" dan buat grup Facebook

ilustrasi Facebooktime.com ilustrasi Facebook
Untuk menarik pelanggan, OS melibatkan pihak "reseller" yakni sejumlah anak di bawah umut lewat akun media sosial Facebook.

Para reseller ini diminta OS untuk membuat grup Facebook khusus pencari rumah kos dan kontraakn di wilayah Mojokerto.

Reseller juga diminta untuk pencari pelajar perempuan untuk jadi wanita panggilan.

"Tidak hanya mencari pelanggan, para reseller juga diminta mencari pelajar perempuan di bawah umur untuk dijadikan wanita panggilan," terang dia.

Baca juga: Cerita Bocah 13 Tahun Putus Sekolah Jadi Korban Prostitusi Online, Muncikarinya Pasangan Suami Istri

OS sudah setahun teribat prostitusi anak dan ia mengaku hanya mendapatkan penghasilan sewa kamar Rp 50.000 per lima jam dari pelanggan.

"Sisanya dibawa oleh WP (wanita panggilan)," kata OS

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa empat ponsel, uang tunai Rp 1,3 juta dari salah satu saksi korban.

OS dijerat Pasal 27 Ayat 1 jo 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 296 tentang mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Achmad Faizal | Editor : Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.