Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Sandiaga Ngantor di Bali, Gubernur: Pariwisata akan Pulih Sendiri Kalau Pandemi Selesai

Kompas.com - 29/01/2021, 12:47 WIB
Kontributor Banyuwangi, Imam Rosidin,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang mengaku berkantor di Bali.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dengan demikian, pariwisata Bali akan pulih sendiri.

“Pak Sandi berkantor ke Bali urusannya bukan berkantor di Bali apa enggak, bagaimana pandemi ini berakhir, itu saja. Pariwisata akan pulih sendiri kalau pandemi sudah selesai,” kata Koster, usai peresmian kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Jalan Melati Nomor 14, Denpasar, Jumat (29/1/2021).

Koster menilai, berkantornya Sandiaga di Bali merupakan bentuk perhatian dan dukungannya kepada Bali.

Baca juga: Sandiaga Bakal Ngantor di Bali, Ini Alasannya

“Saya kira niatnya bagus, perhatian artinya,” kata dia.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengapresiasi rencana Sandiaga.

Menurutnya, hal ini bisa mengundang sesama pengusaha untuk mengunjungi Bali.

"Jadi, tentu ini akan menginspirasi teman-temannya Pak Sandi sesama pengusaha ke Bali, ini baik sekali untuk Bali ke depan," kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini.

Cok Ace belum memprediksi seberapa berpengaruh kunjungan Sandiaga terhadap dunia pariwisata dan industri kreatif di Bali.

"Kalau presentasi saya tidak bisa katakan, tapi pasti berpengaruh besar, apalagi beliau kan rajin posting, menarik datang ke Bali," kata dia.

Baca juga: Menteri Sandiaga Ajak Pelaku Usaha hingga Ekspatriat Bekerja dari Bali, Ini Alasannya...

Menurutnya, seorang menteri berdinas di daerah lain adalah hal yang biasa.

Hal ini pernah dilakukan oleh Menteri Pariwisata periode 2014-2019, Arief Yahya yang berdinas di Bali karena Gunung Agung meletus.

“Jadi, sebelumnya juga dulu banyak waktu Pak Arief Yahya Gunung Agung meletus, beliau juga dulu dari sini. Kemudian, menteri-menteri sebelumnya. Kalau ada musibah meski tidak berkantor di Bali beliau memberikan perhatian yang lebih, tidak hanya sehari, tidak hanya beberapa jam, minimal dua tiga hari di Bali sebagaimana dilakukan Pak Sandi,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com