Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Kompas.com - 27/01/2021, 19:58 WIB
Ilustrasi sabu. SHUTTERSTOCKIlustrasi sabu.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Kelas 1 Palembang, Sumatera Selatan berinisial DS ikut terlibat dalam penyelundupan sabu sebanyak 171 kilogram dan puluhan ribu pil ekstasi yang digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Sabtu (23/1/2021) kemarin.

Napi itu diduga kuat adalah otak dari peredaran narkoba jaringan internasional yang memasok sabu dan ekstasi ke seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Lapas Kelas 1 Palembang Kardiyono mengatakan, DS merupakan warga binaan mereka yang sudah mendekam atas kasus narkoba sejak 2016 lalu.

"DS ini divonis 17 tahun penjara dan merupakan warga luar Sumsel," kata Kardiyono, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Akhir Petualangan KR Si Kurir Narkoba, Tertangkap di Kualanamu Setelah Berulangkali Terbang Bawa Sabu di Sepatu

Menurut Kardiyono, mereka saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak BNN terkait keterlibatan DS dalam jaringan pemasok narkoba. Bahkan, DS pun telah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

"Apa yang diperlukan oleh aparat penegak hukum akan kita bantu, kita bekerja sama untuk mengungkap ini," ujarnya.

Untuk meminimalisir kejadian berulang, pihak Lapas Kelas 1 Palembang pun menggelar razia scara mendadak ke seluruh ruang sel tahanan.

Hasilnya, mereka mendapatkan 40 handphone serta ratusan sendok serta karter yang telah dimodifikasi menjadi senjata tajam.

Seluruh barang itu pun disita untuk dimusnahkan.

Baca juga: Lapas Merah Mata Palembang Digeledah, Ditemukan 40 Ponsel hingga Ratusan Senjata Tajam dari Sendok

"Ini juga menjadi koreksi kami barang-barang yang dilarang tetap masuk. Razia ini akan digelar rutin agar tidak ada kejadian seperti ini lagi,"ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan terhadap dua warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan lantaran kedapatan membawa sabu sebanyak 171 kilogram serta puluhan ribu butir pil ekstasi.

Kepala Bidang (Kabid) Berantas BNN Provinsi Sumatera Selatan Kombes Pol Habi Kusno mengatakan, penangkapan itu berlangsung di perairan Muara Telang, Jalur 9 Kecamatan Banyuasin, pada Sabtu (23/1/2021) sore.

Mereka mulanya melakukan penyelidikan terhadap jaringan narkoba. Setelah mengetahui keberadaan pelaku, petugas langsung menangkap keduanya dan ditemukan ratusan kilogram sabu serta puluhan ribu ekstasi.

"Kami hanya back up BNN pusat, jumlah barang bukti yang diamankan 171 Kilogram sabu dan ekstasi yang belum. Tapi diperkirakan puluhan ribu sudah pasti,"kata Habi melalui sambungan telepon, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Teror Kobra di Banyuasin, 1 Orang Tewas, Ratusan Telur Ular Ditemukan, dan Warga Takut Keluar Rumah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X