Kompas.com - 22/01/2021, 10:10 WIB
Ilustrasi polisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi polisi.

JOMBANG, KOMPAS.com - Rencana peniadaan tilang di jalan oleh polisi lalu lintas (Polantas) dan menggantinya dengan tilang elektronik (e-Tilang) mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat.

Rata-rata setuju, meski menyampaikan sejumlah catatan dan masukan agar gagasan tersebut bisa terealisasi dengan baik dan efektif.

"Rencana itu sangat baik sekali. Tilang seperti itu (e-Tilang) bisa mengurangi perilaku nakal dari oknum," kata Saifuddin (47), warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kepada Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Saifuddin sehari-hari bekerja sebagai driver freelance untuk kendaraan pribadi. Dia terbiasa membawa kendaraan roda empat dari kota ke kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca juga: Pengusaha Truk Dukung Rencana Polisi Tak Bisa Menilang Lagi

Berdasarkan pengalamannya, berhadapan dengan oknum polisi yang berperilaku 'nakal' adalah situasi yang sering dia hadapi.

Namun, kata Saifuddin, tidak semua persoalan pelanggaran lalu lintas hanya diarahkan pada ulah oknum polisi nakal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Persoalan lalu lintas di Indonesia juga tidak lepas dari kurangnya pengetahuan, kesadaran hingga kepedulian masyarakat untuk menjadi pengguna jalan yang baik.

"Di kalangan sopir antar kota, ada beberapa daerah di Jawa Timur yang kita kenal sebagai 'zona merah'. Maksudnya, meskipun lampu traffic light merah, mereka jalan terus. Nah, kalau ini kan soal kesadaran masyarakat," ujar Saifuddin.

Dia meyakini, e-Tilang akan mampu meminimalisir pelanggaran lalu lintas karena pergerakan orang berkendara terpantau dari kamera yang dipasang di titik-titik strategis.

"Tapi, sebelum itu diterapkan, sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan terlebih dulu," kata Saifuddin.

Hal senada disampaikan Hermawan (35), seorang pekerja swasta asal Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Namun, menurut dia, selain infrastruktur yang harus siap, edukasi kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas perlu dilakukan terlebih dulu.

"Saya setuju itu diterapkan. Tapi sebelum kebijakan itu dilaksanakan, sebaiknya proses edukasi kepada masyarakat soal pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas," ujar Hermawan.

Menurut warga Brangkal, Kabupaten Mojokerto, Fuad Amanu (29), persoalan lalu lintas cukup komplek dan semua saling terkait antara masalah sistem, peralatan, serta perilaku.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Regional
Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X