Pingsan, Mual, hingga Mengantuk, Gejala yang Dialami Nakes di Jateng Usai Suntik Covid-19

Kompas.com - 20/01/2021, 17:57 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/pemprov jatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 4.415 tenaga kesehatan telah disuntik vaksin Covid-19 pada tahap pertama dalam pelaksanaan vaksinasi di tiga daerah di Jawa Tengah.

Beberapa nakes di tiga daerah tersebut mengalami gejala ringan usai disuntik vaksin Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan usai disuntik vaksin, ada beberapa nakes yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang beragam.

"Gejalanya di Kota Semarang ada yang sempet pingsan, mata memerah, bengkak, ada yang mual. Di Kabupaten Semarang ada yang mual dan gatal di area suntikan. Di Kota Surakarta ada nyeri lengan, mual, muntah dan semprepet mungkin prepet-prepet. Trus kemudian ada yang berdebar, ngantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini tidak ada yang berlanjut,” jelas Ganjar di kantornya, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: 8 Nakes di Jateng Alami KIPI Ringan Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Ganjar juga menjelaskan hingga 19 Januari kemarin, ada total 540 nakes yang harus ditunda vaksinnya karena memiliki komorbid dan 285 nakes yang tidak hadir.

"Ada Kota Semarang yang ditunda dan komorbid ada 245 nakes yang tidak hadir 178 nakes. Kabupaten Semarang ditunda atau komorbid ada 72 nakes dan tidak hadir 6 nakes. Di Kota Surakarta ditunda dan komorbid ada 196 nakes dan tidak hadir ada 98 nakes," ujarnya.

"Ini kemarin sudah dicek yang tidak hadir karena lagi ada tugas, terus rumit data input, trus kita hari ini rapat membuat terobosan itu,” ucapnya.

Baca juga: Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Ganjar mengatakan proses vaksinasi di Jawa Tengah sudah berlangsung selama sepekan sejak 14 Januari lalu di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kota Solo.

Jumlah nakes yang sudah disuntik vaksin itu, sebesar 13,2 persen dari total kurang lebih 30.000 nakes yang menerima vaksin tahap pertama.

"Sampai dengan 19 Januari pukul 14.00 WIB, Kota Semarang sudah 2.219 nakes jadi kurang lebih 11,8 persen, Kabupaten Semarang 655 nakes sekitar 16 persen, lalu Kota Surakarta 1.541 nakes ini 15 persen, sehingga rata-rata kita sudah 13,2 persen," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X