Hujan Es dan Pohon Tumbang Landa Cianjur, 3 Desa Sempat Terisolasi Kini Bisa Diakses Kembali

Kompas.com - 19/01/2021, 14:33 WIB
Hujan es melanda wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). Akibatnya sejumlah rumah warga dikabarkan mengalami kerusakan IstimewaHujan es melanda wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). Akibatnya sejumlah rumah warga dikabarkan mengalami kerusakan

CIANJUR, KOMPAS.com – Setelah sempat terisolasi akibat hujan es dan angin puting beliung, tiga desa di wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali bisa diakses. 

Sebelumnya, akses jalan menuju Desa Girijaya, Girimukti dan Padamulya tertutup pohon tumbang di sejumlah tempat, Senin (18/1/2021).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, personel BPBD, relawan, jajaran forkopimcam dibantu masyarakat telah membuka kembali akses jalan tersebut.

Baca juga: Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

“Sebelumnya memang tertutup karena ada pohon yang tumbang sehingga warga yang tinggal di tiga desa sempat terisolasi,” kata Irfan kepada Kompas.com via telepon seluler, Selasa (19/1/2021).

Disebutkan, akses jalan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan, baik sepeda motor maupun roda empat.

“Saat ini masih dalam tahapan penanganan dan asesmen,” ujar dia.

Baca juga: Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Bangunan yang rusak masih didata

Seorang warga di Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten CIanjur, Jawa Barat, memerlihatkan butiran es yang turun melanda wilayah tersebut, Senin (18/1/2021).Screengrab dari video Seorang warga di Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten CIanjur, Jawa Barat, memerlihatkan butiran es yang turun melanda wilayah tersebut, Senin (18/1/2021).
Sementara itu, terkait dampak kerusakan akibat hujan es dan angin puting beliung tersebut, masih dalam pendataan.

“Masih menunggu laporan dari lapangan perihal jumlah rumah warga yang rusak, serta fasilitas umum yang lainnya," kata Irfan.

Irfan mengaku, pihaknya mengalami kendala dalam berkomunikasi dengan personel di lapangan karena kondisi sinyal yang kurang mendukung.

"Listrik di sana juga padam karena ada pohon yang menimpa tiang listrik,” ucapnya.

Baca juga: Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Diberitakan sebelumnya, hujan es melanda wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/1/2021) sore.

Tidak ada korban jiwa akibat fenomena alam tersebut. Namun, sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Hujan es sebesar biji kelereng itu terjadi di tiga desa, yakni Girijaya, Girimukti dan Padamulya.

Selain hujan es, wilayah tersebut juga diterjang angin puting beliung yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X