Kisah Tragis Ardeni, Tewas Dibunuh Keponakannya gara-gara Tanah Warisan

Kompas.com - 17/01/2021, 06:18 WIB
Polres Muratara saat menangkap tersangka Alex Sander (26) yang tega membunuh pamannya sendiri lantaran rebutan harta warisan, Jumat (15/1/2021). HANDOUTPolres Muratara saat menangkap tersangka Alex Sander (26) yang tega membunuh pamannya sendiri lantaran rebutan harta warisan, Jumat (15/1/2021).

KOMPAS.com - Seorang pria di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, bernama Ardeni (50), tewas dibunuh keponakannya sendiri bernama Alex Sander (26).

Korban dibunuh keponakannya karena berebut tanah warisan.

Ardeni tewas setelah mengalami luka parah di bagian leher setelah dianiaya pelaku dengan menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Sekali Lagi Itu Bukan Penjarahan, Mereka Kelaparan

Jasadnya ditemukan warga saat hendak pergi ke kebun di sebuah pondok di KM 4 Desa Jadi Mulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, Kamis (14/1/2021).

Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad mengatakan, motif pembunuhan ini dilatar belakangi perebutan harta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tersangka, sambung Dedi, marah karena korban yang tak lain adalah pamannya sendiri menggarap tanah milik bapaknya.

Baca juga: Cerita di Balik 2 Penumpang Sriwijaya Air Pakai Indentitas Orang Lain, Ingin Cari Kerja ke Pontianak

Tak terima dengan itu, Alex pun merencanakan membunuh pamannya saat sedang berada di pondok seorang diri hingga jasadnya ditemukan warga saat sedang pergi ke kebun.

"Saksi ada dua yang diperiksa, sejauh ini motifnya karena rebutan harta warisan," kata Dedi lewat pesan singkat, sabtu Jumat (15/1/2021).

Pelaku ditangkap

Setelah membunuh pamannya, Alex berencana kabur ke Jawa Barat dengan menaiki bus di Kota Lubuk Linggau.

Baca juga: Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Kata Dedi, saat akan ditangkap, pelaku sempat melarikan diri. Melihat itu, petugas pun melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan.

Namun tidak digubris Alex, dengan terpaksa pihaknya memberikan tindakan tegas dan terarah hingga mengenai kaki kanannya.

"Pelaku berencana hendak kabur ke Tasikmalaya, Jawa Barat dan bersembunyi di sana. Tersangka terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur," ujarnya.

Baca juga: Ini Kata Risma Soal Viral Video Logistik Bantuan Gempa Majene yang Diduga Dijarah Warga

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka pun dibawa ke Mapolres Muratara untuk dilakukan pemeriksaan.

Atas perbuatannya, tersangka Alex terancam dikenakan Pasal 338 KUHP dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara di atas 15 tahun atau maksimal hukuman mati.

Baca juga: Detik-detik Bocah 4 Tahun Digigit Komodo hingga Tangannya Putus

 

(Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.