Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Kompas.com - 16/01/2021, 21:04 WIB
Polres Muratara saat menangkap tersangka Alex Sander (26) yang tega membunuh pamannya sendiri lantaran rebutan harta warisan, Jumat (15/1/2021). HANDOUTPolres Muratara saat menangkap tersangka Alex Sander (26) yang tega membunuh pamannya sendiri lantaran rebutan harta warisan, Jumat (15/1/2021).

MURATARA, KOMPAS.com - Alex Sander (26) seorang pemuda di Kabupaten Musirawas Utara ( Muratara), Sumatera Selatan tega menghabisi nyawa pamannya sendiri lantaran berebut harta warisan.

Korban Ardeni (50) sebelumnya ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di sebuah pondok di KM 4 Desa Jadi Mulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara pada (14/1/2021) kemarin. 

Polres Muratara yang mendapatkan laporan adanya penemuan mayat tersebut, langsung melakukan penyelidikan sampai akhirnya menangkap Alex saat hendak kabur ke Jawa Barat dengan menaiki bus di kota Lubuk Linggau.

Baca juga: Berebut Warisan, Seorang Pria di Pontianak Bacok Adiknya

Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad mengatakan, ketika penangkapan berlangsung Alex sempat berusaha melarikan diri. Sehingga, petugas pun akhirnya meletuskan tembakan dan mengenai kaki kanan tersangka.

"Pelaku berencana hendak kabur ke Tasikmalaya, Jawa Barat dan bersembunyi di sana. Tersangka terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur," kata Dedi lewat pesan singkat, Jumat (15/1/2021).

Dedi mengungkapkan, motif pembunuhan itu dilatar belakangi perebutan harta warisan. Dimana tersangka Alex marah karena korban yang tak lain adalah pamannya itu menggarap tanah milik bapak pelaku.

Baca juga: Perjalanan Kasus Anak Gugat Ibu Soal Warisan Ayah di Lombok, Berawal dari Larangan Membangun Dapur

Tersangka Alex yang diselimuti amarahpun langsung berencana membunuh korban ketika berada di pondoknya seorang diri.

"Korban tewas karena mengalami luka parah di bagian leher akibat dianiaya pelaku dengan benda tajam. Jenazah korban ditemukan warga yang ketika itu hendak berangkat ke kebun,"ujarnya.

Atas perbuatannya itu, Alex pun diancam dikenakan pasal 338 KUHP dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara di atas 15 tahun atau maksimal hukuman mati.

"Saksi ada dua yang diperiksa, sejauh ini motifnya karena rebutan harta warisan," jelas Kasat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X