Bupati Banyumas Pertimbangkan Sanksi Bagi yang Menolak Vaksin Covid-19, Jika ....

Kompas.com - 14/01/2021, 14:43 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein (kiri) dan Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein (kiri) dan Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein akan mempertimbangkan pemberian sanksi bagi warga yang menolak divaksin Covid-19.

Sanksi tidak menutup kemungkinan akan diberikan jika vaksinasi tidak mencapai target 95 persen dari jumlah populasi.

"Nanti kalau misal ternyata yang divaksin 60 persen saja, sisanya tidak mau bagaimana? Kita acuan ke pemerintah pusat," kata Husein kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Bupati Banyumas: Segera Kita Tindak Lanjuti

"Saya liat penyampaian Wamenkumham, itu ada payung hukumnya, tapi saya enggak tahu Undang-undang apa, pasal berapa sanksinya, nanti biar dikaji bagian hukum terlebih dahulu," sambung Husein.

Husein juga membuka peluang untuk merevisi peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular, di mana didalamnya terdapat penanganan Covid-19.

"Saya sudah komunikasi dengan Ketua DPRD, kita sudah punya Perda, tapi belum ada soal vaksinasi, apakah perlu revisi Perda, nanti akan kami diskusikan lagi," ujar Husein.

Untuk menyuskeskan vaksinasi Covid-29, lanjut Husein, Pemkab Banyumas akan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama hingga tingkat desa/kelurahan.

"Kami akan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan sebagainya, ini semua untuk mencapai target 95 persen," kata Husein.

Dalam kesempatan itu, Husein kembali menegaskan vaksinasi Covid-19 aman karena telah melalui serangkaian uji coba. MUI juga telah memastikan kehalalan vaksin tersebut.

"Kesuksesan vaksinasi ini dapat dilihat dengan partisipasi masyarakat, dengan presentase besar, atau semuanya sesuai dengan jumlah vaksin yang ada di Banyumas," ujar Husein.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Diundur Pertengahan Februari

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto menyatakan, Banyumas siap melakukan vaksinasi, baik dari sisi sumber daya manusianya maupun dari fasilitas yang tersedia.

"Sampai sekarang belum ada instruksi mau dilaksanakan kapan, karena sepenuhnya yang mengatur pusat. Informasi satu atau dua hari sebelum vaksinasi, vaksin akan didroping," kata Sadiyanto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X