Wali Kota Padang Minta Masyarakat Tidak Cemas dan Takut Vaksinasi

Kompas.com - 13/01/2021, 13:51 WIB
(shutterstock) Ilustrasi vaksin Covid-19 Kompas.COM/MUHAMMAD NAUFAL(shutterstock) Ilustrasi vaksin Covid-19

PADANG, KOMPAS.com - Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi meminta masyarakat untuk tidak cemas dan takut akan vaksinasi Covid-19.

"MUI dan BPOM kan sudah mengeluarkan rekomendasi mengenai vaksin tersebut. Itu tidak perlu kita ragukan lagi," ujar Mahyeldi kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Mahyeldi mengatakan, vaksinasi yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo menjadi suatu contoh bagi masyarakat.

Baca juga: Setelah 2 Hari Tanpa Penambahan, Kasus Covid-19 di Padang Muncul Lagi

Namun, Mahyeldi mengkritik adanya anggota DPR yang tidak mau divaksin dan bahkan sampai rela untuk membayar denda.

"Ini patut dipertanyakan, kenapa ada anggota DPR yang tidak mau divaksin. Apalagi Beliau juga seorang dokter. Untuk itu, pemerintah pusat perlu meluruskan hal tersebut supaya jangan terjadi kebingungan kepada masyarakat," kata Mahyeldi.

Mahyeldi meminta Dinas Kesehatan Kota Padang untuk meminta dokumen resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai vaksin Covid-19 tersebut.

"Kita tidak mau rekomendasi dari MUI dan BPOM itu hanya dari mulut ke mulut. Saya sudah instruksikan Dinas Kesehatan untuk meminta dokumen resmi dari MUI dan BPOM," ujar dia.

Baca juga: Aaron, Relawan Covid-19 di Papua Suntik Sendiri Vaksin ke Tubuhnya: Agar Mereka Tidak Takut...

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Padang memprioritaskan tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

"Ada sebanyak 2.500 tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin Covid-19 di Kota Padang, " ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, Senin (4/1/2021).

Feri menyebut, tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksin akan menerima SMS dari pihak Dinas Kesehatan.

Adapun, Kota Padang mendapatkan jatah vaksin lebih kurang sebanyak 5.000 dosis.

"Jadi jika dikalikan dua ada sebanyak 10.000. Sebab dua kali penyuntikan. Sedangkan untuk masyarakat umum masih belum, karena kita memprioritaskan tenaga kesehatan. Sebab program vaksin ini tidak bulan ini saja, tapi sampai tahun 2022 nanti," kata Feri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Regional
Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Regional
Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X