Wakil Ketua Komisi IV: Pernyataan Bu Mega Membuat Kami "Pede" Menolak Ekspor Benur

Kompas.com - 08/01/2021, 12:55 WIB
Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi bermain kayak bersama mantan Menteri KP Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Sabtu (12/12/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi bermain kayak bersama mantan Menteri KP Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Sabtu (12/12/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengaku gembira dengan pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati yang berbicara masalah ekspor benur.

Megawati dalam diskusi daring DPP PDI-P sempat menyinggung masalah lingkungan hidup yang dianggapnya makin tak terawat. Salah satunya tentang kehidupan laut yang disebutnya diacak-acak hanya demi mencari keuntungan.

Megawati berpendapat bahwa bayi lobster mestinya dibiarkan hidup hingga mencapai bobot tertentu untuk boleh ditangkap.

Dedi mengaku ia merasa bahagia Megawati memiliki perhatian pada masalah ekosistem laut. Dedi setuju kepada Megawati bahwa benih-benih lobster bisa dibudidaya di Indonesia dengan bantuan tekonologi sebelum dijual ke luar negeri.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tantang Menteri KP Baru Hentikan Ekspor Benih Lobster

Dedi menyebutkan pihaknya terus mengampanyekan penolakan terhadap ekspor benih lobster atau benur.

Alasannya, pertama benih lobster itu merupakan ekosistem laut yang harus dijaga keberadaan dan kesinambungannya.

Menurutnya, ada beberapa kabar bahwa benih lobster di laut Indonesia itu mencapai miliaran ekor. Namun bagi Dedi, berapa pun jumlahnya itu tidak penting. Sebaliknya, kata dia, menjaga kesinambungan ekosistem benih lobster itu jauh lebih penting.

"Pernyataan Bu Mega membuat kami semakin pede menolak eskpor benur dan menjaga konservasi laut," tandas mantan bupati Purwakarta itu.

Soal kapal isap produk

Dedi mengatakan, sebenarnya selain ekspor benih lobster, kegiatan lain yang juga merusak ekosistem laut dan menghancurkan nelayan adalah kapal isap produksi untuk pertambangan di laut. Kegiatan ini seperti yang terjadi di Bangka saat ini.

"Saya setiap malam terus-menerus mendapat keluhan soal masih beroperasinya kapal isap produksi di pantai-pantai bangka. Mereka setiap malam kirim posting isinya tangisan karena kehidupan mereka sebagai nelayan hancur, tak bisa melaut. Pencemaran terjadi setiap hari dan ikan semakin sulit didapat," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Jumat (8/1/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X