Kompas.com - 24/12/2020, 20:52 WIB
Umat Katolik di Ambon keluar dari pintu gereja Katedral Fransiskus Xaverius usai mengikuti Misa Natal, Kamis malam, (24/12/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYUmat Katolik di Ambon keluar dari pintu gereja Katedral Fransiskus Xaverius usai mengikuti Misa Natal, Kamis malam, (24/12/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Suasana penuh kesederhanaan mewarnai misa natal yang berlangsung di Gereja Katedral Fransiscus Xaverius Ambon, Kamis malam (24/12/2020). 

Berdasarkan pantauan Kompas.com, umat yang datang mengikuti misa tidak terlihat berdesakkan di dalam gereja seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Di halaman gereja, tidak juga terlihat tenda untuk menampung para jemaat. 

Ronald Latuhamalo, salah seorang jemaat yang ditemui Kompas.com usai misa mengakui, ibadah misa Natal kali ini sangat berbeda jauh dengan ibadah tahun-tahun sebelumnya. 

"Untuk tahun ini sangat sederhana sekali, jumlah umat yang datang juga tidak sama seperti tahun-tahun lalu," kata Ronald.

Baca juga: 8 ASN Positif Covid-19, Kantor Bagian Hukum Pemkot Ambon Ditutup 10 Hari

 

Ia mengaku meski dalam suasana penuh kesederhanaan, namun ia dan jemaat lainnya tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mengikuti misa Natal di tahun ini. 

"Dalam kesederhanan kita tetap bersyukur karena masih bisa mengikuti misa, "ujarnya.

Pastor Paroki  Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Ambon, RD Patrisius Angwarmase yang memimpin jalannya misa mengatakan, umat yang menghadiri misa di gereja tersebut hanya setengah dari kapasitas ruang gereja. 

Menurutnya, suasana misa yang penuh kesederhanaan itu tak lepas dari situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. 

"Kalau kapasitas gereja sampai di tenda biasanya itu menampung hingga 1.200 tapi kali ini hanya setengah 500 saja," ujarnya kepada wartawan usai memimpin misa. 

Ia mengtakan, untuk menghindari kerumunan, pihaknya juga memberlakukan sistem sif sore dan malam. 

Untuk misa pertama dipimpin langsung oleh uskup Diosis Amboina, PC Mandagi. 

"Meski dalam suasana yang berbeda dan penuh kesederhanaan misa Natal tetap kita laksanakan dengn khusyuk," ujarnya.

Selain membatasi jumlah jemaat yang datang ke gereja, pihak keuskupan juga memberlakukan protokol kesehatan secara ketat saat pelaksanaan misa. 

Menurut Patrisius, setiap jemaat yang datang untuk mengikuti misa wajib mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ke gereja. 

Selain itu, pihak gereja juga memeriksa suhu tubuh setiap umat yang hendak masuk. 

"Untuk protokol kesehatan itu kita perhatikan betul, kita sediakan alat deteksi suhu tubuh, hand sanitizer, ada juga tempat cuci tangan dan tentu jaga jarak," katanya. 

Baca juga: Warga Tak Pakai Masker Langsung Rapid Test, Wali Kota Ambon: Targetnya Kepatuhan Masyarakat

Ia pun berharap Natal kali ini akan mbawa damai bagi semua umat yang ada di Maluku untuk tetap saling menyayangi dan menghargai. 

Selain itu, ia juga berharap protokol kesehatan yang diterapkan di gereja dapat dipraktikkan oleh umat di rumah dan lingkungannya masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X