Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Kompas.com - 04/12/2020, 11:48 WIB
Seorang warga mendorong sepeda motornya yang mogok saat melintasi banjir di Kampung Lalang, Jalan Medan - Binjai. Banjir terjadi di sejumlah titik di Kota Medan dan sekitarnya sejak Jumat (4/12/2020) dini hari. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeorang warga mendorong sepeda motornya yang mogok saat melintasi banjir di Kampung Lalang, Jalan Medan - Binjai. Banjir terjadi di sejumlah titik di Kota Medan dan sekitarnya sejak Jumat (4/12/2020) dini hari.

MEDAN, KOMPAS.com - Hujan melanda hampir seluruh Kota Medan, Sumatera Utara, dan wilayah sekitarnya sejak Kamis (3/12/2020) malam.

Hujan mengakibatkan beberapa sungai meluap.

Akibatnya, banjir menggenangi rumah warga hingga setinggi lebih dari 3 meter.

Salah satunya di Kompleks De Flamboyan di Jalan Plamboyanraya, Kecamatan Medan Sunggal.

Ratusan rumah digenangi air setinggi 1 meter.

Baca juga: Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Para penghuni perumahan dan warga sekitar memadati pintu masuk kompleks menunggu evakuasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI dan Polri.

Empat perahu karet bermesin diturunkan untuk menolong warga yang terjebak.

Situasi gelapnya malam dengan aliran air yang deras menyulitkan evakuasi.

Belum lagi listrik yang padam dan kerumunan masyarakat yang menghalangi kerja petugas.

Menurut warga, air yang mulai datang sekitar pukul 23.00 WIB, diduga akibat jebolnya tanggul yang ada di sekitar perumahan.

Tinggi dan derasnya air membuat banyak warga terjebak, kesulitan keluar dari rumah.

Apalagi bagi warga yang tidak bisa berenang.

"Aku dapat kabar air sudah naik dari istri. Waktu mau ke rumah, enggak bisa lagi karena air sudah tinggi dan arusnya deras. Anak dan istri akhirnya dievakuasi," kata Abdul kepada wartawan di lokasi banjir yang sudah mulai surut, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Menurut dia, banjir yang melanda bukan yang pertama.

Namun, kali ini yang paling parah.

Abdul mengingat, banjir besar terakhir terjadi pada 2002.

"Tapi ini yang parah, kalau sudah begini biasanya tanggul di sini jebol," ujar Abdul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X