Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Kompas.com - 03/12/2020, 20:39 WIB
Rasyid Ridho,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Divisi Perencanaan dan Logistik, Ramelan menyebut sejumlah kotak suara untuk Pilkada 2020 rusak akibat banjir yang terjadi di Kota Cilegon.

Kotak suara rusak karena terendam air saat disimpan di gudang penyimpanan di kantor Kecamatan Jombang.

"Ada sekitar 44 kotak suara yang terdampak banjir. Tapi yang rusak dan perlu diganti hanya sekitar 4 kotak saja," kata Ramlan kepada Kompas.com melalui pesan whatsapp. Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Selain kotak suara, formulir salinan juga rusak akibat terendam air yang masuk ke gudang sebanyak tiga rim.

Dia memastikan, kerusakan kotak suara dan formulir salinan akan diganti dengan yang baru sebelum pelaksanaan pencoblosan 9 Desember mendatang.

"Sudah kita minta lagi untuk pengadaan empat kotak suara dan formulir," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Ramlan, belum ada laporan kerusakan logistik akibat bencana alam seperti banjir. Termasuk di Pilkada Pandeglang belum ada laporan.

Mengantisipsi hal serupa, Ramlan meminta KPU kabupaten/kota untuk memastikan tempat penyimpanan logistik aman dari banjir dan yang lainnya.

"Memperhatikan tempat penyimpanan logistik agar benar-benar jauh dari jangkauan banjir yang diakibatkan hujan," kata Ramlan.

Saat ini, logistik pemilu berupa APD bagi petugas KPPS dan logistik seperti kotak suara sebagian sudah didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK).

Baca juga: Serang, Cilegon dan Tangsel Zona Merah, Bagaimana dengan Pilkada?

Ramlan memastikan diatribusi logistik pilkada di empat kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, yakni Kabupaten Serang, Pandeglang, Kota Cilegon dan Tangsel, tepat waktu.

"Kita prioritaskan ke daerah-daerah yang jauh seperti kepulauan dan pedalaman," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com