Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Kompas.com - 27/11/2020, 21:59 WIB
Viral di media sosial Twitter video yang memperlihatkan sekelompok orang menyanyikan yel-yel hancurkan Risma. Tangkapan layarViral di media sosial Twitter video yang memperlihatkan sekelompok orang menyanyikan yel-yel hancurkan Risma.

KOMPAS.com - Imam Syafii, Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud- Mujiaman, mengatakan, peristiwa dalam video yel "hancurkan Risma" di luar sepengetahuannya.

Seperti diketahui orang-orang dalam video berdurasi 20 detik itu adalah pendukung pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dari elemen Banteng Ketaton.

Imam mengaku tidak bisa mendeteksi satu per satu orang di dalam video tersebut.

"Bisa juga setelah acara sapa warga. Setelah selesai Pak Machfud-Mujiaman sudah meninggalkan lokasi, mereka melakukan apa-apa kan kami juga tidak tahu. Bisa juga inisiatif masyarakat," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Viral, Video Yel Hancurkan Risma, Ketua Tim Eri-Armuji: Itu Ekspresi Kebencian ke Bu Risma

Di belakang sekumpulan orang dalam video itu juga tampak latar belakang spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” bergambar Machfud-Mujiaman.

Beberapa orang juga terlihat mengenakan atribut pasangan calon nomor urut 2 tersebut.

Soal atribut yang dikenakan, kata Imam, setiap simpatisan Machfud-Mujiaman juga mendapatkan atribut kaus.

"Tapi, kan pendukungnya banyak, kita tidak tahu satu per satu," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, video sekelompok orang meneriakkan yel "hancurkan Risma" viral di media sosial.

Baca juga: Kelompok Banteng Ketaton: Yel Itu Bentuk Kekecewaan Kami Terhadap Kesewenangan Risma

 

Ketua Banteng Ketaton Surabaya Sri Mulyono Herlambang membenarkan bahwa orang-orang dalam video tersebut adalah pendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman dari elemen Banteng Ketaton.

Yel itu direkam pada Rabu lalu di kawasan Jalan Kranggan Surabaya.

Sri Mulyono mengatakan, kalimat itu tak berarti menghancurkan Risma secara fisik.

"Yel-yel yang kami kumandangkan sebagai bentuk rasa kekecewaan kami dari banteng-banteng PDI-P terhadap kesewenang-wenangan Risma," kata Sri Mulyono saat dikonfirmasi, Jumat (27/11/2020) sore.

Sri Mulyono menyebut, Risma sebagai sosok yang memecah belah PDI-P. Sikap Risma membuat kelompok yang berisi kader PDI-Perjuangan itu mendukung Machfud Arifin-Mujiaman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X