Siswi Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kebun, Tutupi Kehamilan dengan Baju Longgar

Kompas.com - 26/11/2020, 21:06 WIB
Petugas polisi saat olah TKP penemuan bayi di Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dok.Polsek PlemahanPetugas polisi saat olah TKP penemuan bayi di Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.


KEDIRI, KOMPAS.com - YGA (15), seorang pelajar asal Kediri, Jawa Timur, menyembunyikan kehamilannya dan baru terungkap setelah bayinya lahir.

 

YGA harus berurusan dengan polisi setelah membuang bayi hasil hubungan gelap.

Kepala Polres Kediri Ajun Komisaris Besar Lukman Cahyono mengatakan, selama kehamilan itu tidak ada kerabatnya yang tahu karena pelaku menyembunyikannya.

"Yang bersangkutan di rumah menutupinya dengan pakaian yang longgar. Pakai korset," kata Lukman, melalui sambungan telepon, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Dua Wanita Selamatkan Bayi yang Ditemukan Tergeletak di Kebun

YGA diamankan usai penemuan bayi di sebuah pekarangan yang ada di wilayah Kecamatan Plemahan, Rabu (25/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil penyelidikannya, polisi mendapati petunjuk yang mengarah pada pelaku pembuangan sekaligus ibu kandung bayi itu, yang diduga YGA.

YGA tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan bayi.

Penangkapan juga dilakukan terhadap IRH (19) selaku pacar YGA sekaligus diduga ayah dari bayi tersebut.

Kapolres menambahkan, sepanjang pemeriksaan perkaranya, YGA akan mendapatkan hak pendampingan dari psikolog karena statusnya masih di bawah umur.

"Nanti pendampingannya dari Bapas," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, warga menemukan bayi laki-laki tanpa pakaian sehelai pun tergeletak di kebun.

Baca juga: Pembuang Bayi yang Ditemukan di Kebun Tertangkap, Pelaku Ternyata Masih Pelajar

Kondisinya normal dan masih hidup. Bahkan, lengkap dengan ari-ari yang masih menempel.

Saat ini, bayi tersebut dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan kesehatan.

Sedangkan tersangka YGA dan IRH masih menjalani pemeriksaan.

YGA dikenakan Pasal 308 KUHP sedangkan IRH dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X