Kompas.com - 25/11/2020, 12:57 WIB
Iqbal berpose dengan bunga philodendron hasil barter mobil. Dok. IqbalIqbal berpose dengan bunga philodendron hasil barter mobil.

KOMPAS.com - Aksi Iqbal Akbar Muhammad menukarkan mobil Toyota Avanza miliknya dengan 4 batang bunga hias direspons beragam oleh warganet setelah video kejadian itu viral.

Pemuda berusia 23 tahun itu diketahui menukar mobil keluaran tahun 2010 senilai Rp 105 juta dengan sebuah bunga jenis caladium atau keladi dan 3 batang philodendron milik Suhariansyah alias Nonex.

Selepas videonya viral, tidak sedikit netizen yang mengomentarinya dengan nada sumbang.

Ada yang menganggapnya sebagai sensasi juga ada yang menuduhnya settingan belaka.

Baik Nonex maupun Iqbal mengaku tidak menyangka video itu bisa menyebar ke mana-mana. Terhadap tudingan-tudingan yang ada, keduanya mengatakan tidak begitu merisaukannya.

"Kalau diladeni enggak akan ada habisnya," ujar Nonex, menanggapi tudingan itu, Selasa (25/11/2020).

Baca juga: Cerita Iqbal Tukarkan Mobil Avanza Senilai Rp 105 Juta dengan Bunga Keladi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Menurut pria usia 39 tahun asli Lampung dan menekuni kebun bunga di Kediri selama 6 tahun terakhir ini, dalam dunia bunga hias, harga yang fantastis adalah hal lumrah.

Nonex menuturkan, di dunia pehobi bunga, sudah banyak transaksi jual beli bunga dengan harga yang lebih tinggi dari miliknya. Meski dia juga mengaku baru kali ini melakukan barter mobil.

"Kalau bunga biasa ada standar harga. Tapi, kalau bunga yang bagus tidak ada standar nilainya," ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan Iqbal. Pemuda yang membantu Sholeh meneruskan usaha bunga milik keluarga dengan nama Akbar Garden di Doko itu mengaku tidak mau pusing dengan komentar orang.

"Di kalangan hobi bunga sudah biasa itu," kata dia.

Bahkan, menurutnya, dia juga mempunyai koleksi bunga dengan harga yang jauh lebih mahal. Mencapai Rp 200 jutaan.

Bunga ini jenis monstera variegata yellow yang masih satu keluarga dengan janda bolong.

Oleh sebab itu, dia mengaku tidak keberatan kehilangan mobil demi mendapatkan empat batang bunga itu.

 

Menurutnya, selain bunga-bunga itu saat ini sedang naik daun juga kebetulan secara kualitas bunga keladi hibrid incarannya itu mempunyai kualitas yang bagus.

Namun, bagi orang yang tidak mengerti, kata Iqbal, menganggap apa yang dilakukannya adalah hal sia-sia belaka.

"Bunga kayak gitu kok dibeli mahal, apa enggak mending dibelikan beras'. Juga ada yang bilang, 'kalau mobil bisa dinaiki tapi kalau bunga apa bisa'," ujar Iqbal menirukan ucapan tetangga.

Di luar kesengajaan

Mobil Toyota Avanza hasil barter bunga saat di rumah NonexDok.Nonex Mobil Toyota Avanza hasil barter bunga saat di rumah Nonex
 

Iqbal menuturkan, barter mobil dengan bunga tersebut sebenarnya terjadi di luar kesengajaan.

Saat datang ke toko bunga Istana Keladi milik Nonex di Dusun Gemenggeng, Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, niatan awal akan membeli keladi secara kontan.

"Saya sudah siap bawa uang kes," ujar Iqbal, dalam sambungan telepon, Selasa (25/10/2020) malam.

Namun, upaya pembelian itu gagal karena Nonex yang juga rekannya sesama petani bunga itu enggan menjualnya.

Kegagalan itu tidak membuat Iqbal patah arang untuk mendapatkan keladi incarannya.

Baca juga: Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Dia lantas meminta bantuan Ilham Akbar Sholeh, kakaknya yang turut datang bersamanya untuk menegosiasikannya lebih lanjut.

Dari percakapan negosiasi itu akhirnya terungkap kalau Nonex berkeinginan mempunyai mobil.

Ini kemudian menjadi pintu masuk Sholeh untuk bisa memiliki bunga itu, yaitu dengan menyodorkan mobilnya untuk ditukar bunga.

"Beliau menyampaikan, meski belum bisa nyetir sendiri tapi pengen punya mobil," lanjut Iqbal.

Pihak Iqbal lantas mengusulkan perikatan barter itu namun dengan syarat. Yaitu selain Keladi, akan memilih beberapa bunga lainnya senilai harga pasaran mobil itu sendiri.

Akhirnya disepakati 4 bunga yang terdiri dari caladium hybrid dan juga 3 bunga lainnya dari jenis philodendron itu.

"Awalnya minta Rp 107 juta lalu deal di harga Rp 105 juta," imbuh Iqbal.

Ke mana bunga itu selepas viral dan efeknya

Menurut Iqbal dan Nonex, apa yang dilakukannya itu akan lebih mudah dipahami oleh orang-orang yang satu hobi, yaitu mereka yang sama-sama berkecimpung di bidang bunga.

 

Selepas viral, Iqbal mengungkapkan, dirinya banyak mendapatkan apresiasi dari kolega. Viralnya video itu menurutnya membawa dampak positif.

Yaitu dianggap menyemarakkan geliat bunga hias sehingga turut serta mendongkrak sektor pertanian bunga hias di Kediri.

Efek dominonya semakin banyak warga luar yang beli bunga sehingga banyak pedagang lain yang kecipratan rejeki.

"Kemarin barusan ikut pameran UMKM, ada ibu-ibu yang bilang terima kasih karena kini lebih banyak lagi orang yang datang ke Kediri untuk mencari bunga," kata dia.

Baca juga: Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Sementara bunga-bunga hasil barter itu sudah diboyong Iqbal ke tempat tinggalnya. Menjadi teman koleksi bersama dengan bunga-bunga lainnya.

Bahkan, untuk bunga jenis Keladi, menurut Iqbal sudah berpindah tangan. Bunga keladi hibrid itu sudah laku dibeli orang dengan harga Rp 57 juta.

Sementara 3 bunga lainnya dari jenis Philodendron, menurut Iqbal banyak yang sudah menawarnya namun tidak akan dijualnya.

Bunga itu akan dikoleksinya hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Ntar kalau saya sudah bosan baru dijual," selorohnya.

(KOMPAS.COM/M AGUS FAUZUL HAKIM)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.