Seorang Remaja Putri di Gunungkidul Bunuh Diri, Penyebabnya Terungkap dari Pesan Terakhir

Kompas.com - 22/11/2020, 17:12 WIB
Ilustrasi bunuh diri punchng.comIlustrasi bunuh diri

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pelajar perempuan di Gunungkidul, Yogyakarta, ditemukan tewas diduga akibat gantung diri, Sabtu (21/11/2020).

Setelah diselidiki, diduga korban bunuh diri akibat masalah percintaan yang dihadapi.

Hal itu diketahui setelah polisi memeriksa pesan pribadi di ponsel remaja tersebut.

Baca juga: Gaya Kahiyang yang Tampil Sederhana Saat Temani Bobby di Debat Kedua

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Nglipar Aiptu Ngatimin mengatakan, korban berinisial L (15) yang berstatus sebagai pelajar SMK, warga Kapanewon Nglipar.

Pelaku diduga bunuh diri saat orangtua tidak ada di rumah.

"Pelaku bunuh diri masih pelajar dan meninggal dengan cara gantung diri," ucap Ngatimin saat dihubungi melalui telepon, Minggu (22/11/2020).

Menurut polisi, pesan terakhir yang dikirimkan korban ditujukan kepada seseorang yang merupakan pacarnya.

Keduanya diketahui sudah menjalin hubungan sejak 3 tahun terakhir.

Dari pemeriksaan saksi, korban dikenal pendiam.

Korban langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat setelah dilakukan pemeriksaan medis dan pemeriksaan dari pihak kepolisian.

Baca juga: Seorang Dosen di Jambi Diduga Bunuh Diri, Ini Kata Rekan Korban

 

Menanggapi fenomena bunuh diri kalangan remaja, salah satu aktivis yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji) Sigit Purnomo atau yang dikenal Wage Dagsinarga mengatakan, masalah utamanya adalah depresi atau gangguan jiwa.

Depresi bisa menyerang siapa saja, tidak hanya orang tua, namun juga anak-anak.

Wage menilai, Gunungkidul perlu tokoh yang menginspirasi anak muda dan mengerti tentang psikologi.

Dengan demikian, anak muda yang menghadapi permasalahan ada yang menemani dan tidak merasa sendiri.

"Gunungkidul perlu tokoh yang memahami anak muda dan bisa berkomunikasi baik dengan remaja," ucap penulis buku Tali Pati ini.

Merujuk data yang dihimpun Imaji periode 2015-2017, sebanyak 43 persen risiko bunuh diri disebabkan oleh faktor depresi.

Sisanya, karena sakit fisik menahun (26 persen), tanpa sebab (16 persen), gangguan jiwa berat (6 persen), masalah ekonomi (5 persen), dan masalah keluarga (4 persen).

Imaji menjadi salah satu lembaga yang mendorong lahirnya peraturan terkait penanganan kasus-kasus bunuh diri.

Aturan tersebut terwujud dalam Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Bunuh Diri.

Salah satu bagian dari Perbup itu adalah menghilangkan diskriminasi bagi para penderita gangguan jiwa atau depresi saat mendapatkan layanan publik.

Dari data Polres Gunungkidul, kasus bunuh diri sepanjang 2020 sebanyak 29 kasus.

Adapun rinciannya, 26 kasus gantung diri dan 3 kasus bunuh diri dengan minum racun.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X