Laporkan Kasus Limpahan Solar ke Polisi, PDAM Kota Malang: Agar Temuannya Objektif

Kompas.com - 16/11/2020, 18:36 WIB
Dirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang, M Nor Muhlas (tengah) bersama Wali Kota Malang, Sutiaji saat mengecek mesin pompa air di Sumber Wendit, Pakis, Kabupaten Malang pada Jumat (13/11/2020). KOMPAS.COM/Dok. Pemkot MalangDirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang, M Nor Muhlas (tengah) bersama Wali Kota Malang, Sutiaji saat mengecek mesin pompa air di Sumber Wendit, Pakis, Kabupaten Malang pada Jumat (13/11/2020).

MALANG, KOMPAS.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang sudah melaporkan kasus limpahan solar yang berujung pada pencemaran air.

Kasus itu dilaporkan ke Polres Malang karena lokasi pencemarannya berada di wilayah Kabupaten Malang, yakni Sumber Wendit di Kecamatan Pakis.

“Karena kami sebagai perusahaan tidak memiliki perangkat bagaimana untuk mencari pelaku, itu ahlinya polisi. Jadi agar lebih objektif lagi kami serahkan kepada kepolisian. Kami laporkan ke Polres Malang karena lokasi berada di Kabupaten Malang,” kata Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Muhlas mengaku sudah melakukan investigasi secara internal. Namun, hasilnya belum mengarah pada keterlibatan petugas di lapangan.

Sehingga, Tugu Tirta melaporkan kasus itu kepada polisi untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab dalam kasus limpahan solar itu.

Baca juga: Mobil Dinas yang Parkir dengan Kanopi di Jalan Ternyata Milik Komisioner KPU NTB

“Karena semua sudah kami lakukan dan tidak ada jawaban yang mengarah pada kesalahan anak-anak (petugas di lapangan) saya langsung melaporkan kepada pihak kepolisian agar nanti lebih objektif temuannya,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengaku belum menerima laporan terkait limpahan solar yang berujung pada pencemaran air PDAM yang didistribusikan ke warga Kota Malang.

“Belum ada itu Mas. Masih menunggu,” katanya melalui pesan singkat.

Kondisi air sudah normal

Sementara itu, Dirt Perumda Tugu Tirta Muhlas mengatakan, kondisi air yang terdistribusi ke warga Kota Malang mulai normal.

 

Uji laboratorium yang dilakukan menunjukkan air sudah bersih dan bebas dari solar.

“Kami tetap membuka aduan masyarakat. Sekiranya masih ada air yang tercemar, maka langsung kami tracing langsung kami kuras,” katanya.

“Analisa tentang kualitas air itu tidak hanya sekadar tidak bau tapi memang benar-benar kami lakukan uji lab. Dan ini setiap hari kami uji. Hanya saja karena ini ada peristiwa khusus ya hampir setiap waktu, tiap detik kami flushing, kami uji airnya,” jelasnya.

Baca juga: Menyoal Air PDAM Bau Solar di Kota Malang, Diduga Sabotase, Tandon Terkena Tumpahan 2.000 Liter Minyak

Sebelumnya, air PDAM yang terdistribusi ke rumah warga Kota Malang terkontaminasi solar pada Kamis (12/11/2020).

Setelah dicek, solar yang mencemari air PDAM itu berasal dari limpahan mesin pompa air saat pengisian. Diperkirakan, ada 2.000 liter solar yang melimpah dan mengalir ke pintu air tiga PDAM Kota Malang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X