123 Pengungsi Merapi di Sleman Keluhkan Pusing dan Pegal Linu

Kompas.com - 16/11/2020, 17:29 WIB
Para pengungsi lansia saat berada di barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPara pengungsi lansia saat berada di barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 123 pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, mengeluhkan masalah kesehatan.

"Laporan terakhir total dari awal pengungsian sampai hari ini ada 123 orang. Tapi ya hanya sakit-sakit biasa," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Joko Hastaryo menyampaikan keluhan kesehatan yang dilaporkan para pengungsi seperti pegel linu, pusing, hingga perut kembung.

Meski demikian, tidak ada pengungsi yang dirujuk ke puskesmas maupun ke rumah sakit.

"Rata-rata yang lansia terutama. Untuk anak-anak tidak ada masalah, hanya gatal-gatal," tegasnya.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Barak Pengungsian Merapi di Klaten Dipasangi Sekat

Menurutnya, di barak pengungsian disiagakan Posko Kesehatan yang berjaga 24 jam.

Sehingga keluhan-keluhan tersebut bisa tertangani.

"Disana ada pos kesehatan lengkap dengan obat-obatan,cukup ditangani disana. Prosedurnya kalau tidak bisa ditangani disana baru dirujuk ke Puskesmas atau ke rumah sakit," tuturnya.

Diungkapkannya, untuk stok obat-obatan sejauh ini masih aman.

Termasuk stok obat di pos kesehatan di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

"Obat masih, sangat memadai. Bahkan kita tidak mengusulkan pengadaan obat melalui dana tak terduga tanggap darurat Merapi, karena masih menggunakan obat-obat reguler Dinas Kesehatan," urainya.

Joko Hastaryo menuturkan protokol kesehatan tetap diterapkan di barak pengungsian Glagaharjo.

Baca juga: Merapi Siaga, Pemkab Sleman Minta Warga Tak Buru-buru Jual Ternak

Sampai saat ini pengungsi maupun relawan yang berada di barak pengungsian Glagaharjo tidak ada yang positif Covid-19.

"Tidak ada laporan (positif Covid-19 di pengungsian). Yang relawan kemarin di-rapid test reaktif, ternyata hasilnya negatif, jadi masih aman," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Penasaran, Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Sebelum Anak Saya Meninggal'

"Saya Penasaran, Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Sebelum Anak Saya Meninggal"

Regional
Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

Regional
Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Regional
2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X