Jumlah Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Kini 185 Orang

Kompas.com - 12/11/2020, 20:26 WIB
Pengungsi Merapi menempati barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Senin (9/11/2020). Warga Kalitengah Lor yang masuk dalam kategori kelompok rentan (lansia, ibu hamil, dan balita) mengungsi di barak pengungsian seiring peningkatan aktivitas Gunung Merapi. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPengungsi Merapi menempati barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Senin (9/11/2020). Warga Kalitengah Lor yang masuk dalam kategori kelompok rentan (lansia, ibu hamil, dan balita) mengungsi di barak pengungsian seiring peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pengungsi di Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, berkurang dari 203 menjadi 185 orang.

Berkurangnya jumlah pengungsi ini karena ada yang dijemput keluarganya.

"Jumlah pengungsi dari data ada 185 orang," ujar Camat Cangkringan Suparmono kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Suparmono menyampaikan, sebelumnya jumlah pengungsi total 203 orang.

"Ada dua lansia di jemput saudaranya, yang usia dewasa bisa jadi kembali ke rumah, bisa juga ke tempat saudaranya. Kemarin saya lihat ada anak-anak yang dijemput saudaranya dari Gunungkidul juga," tegasnya.

Baca juga: Lansia di Barak Pengungsian Gunung Merapi Sleman Jalani Trauma Healing

Menurutnya, naik turunnya jumlah pengungsi merupakan hal yang wajar. Karenanya, pihaknya selalu melakukan pendataan ulang jumlah pengungsi.

"Coba nanti dilihat, malam ini seperti apa, naik lagi (kepengungsian) enggak. Karena memang pergerakan pengungsi seperti itu, mungkin bosan terus ke rumah saudaranya atau gimana, besok balik lagi," tuturnya.

Selama di pengungsian, para pengungsi yang merupakan kelompok rentan selalu dicek kesehatanya.

Di barak pengungsian juga dibuka posko kesehatan yang dijaga oleh tenaga medis.

"Di sana kan ada tenaga medis yang berjaga selama 24 jam. Sehingga saya tidak begitu khawatir dengan kondisi kesehatan," tegasnya.

Baca juga: BPPTKG Siapkan Skenario Hadapi Erupsi Gunung Merapi

 

Selama enam hari ini di pengungsian, kata dia, kondisi para pengungsi dalam keadaan sehat.

Beberapa keluhan juga langsung ditangani oleh tenaga medis.

"Kesehatan pengungsi bagus, Saya tadi ngobrol lama dengan petugas kesehatan hanya ada beberapa simbah-simbah yang merasa pegal-pegal, dikasih vitamin sudah baik kondisinya," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Penasaran, Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Sebelum Anak Saya Meninggal'

"Saya Penasaran, Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Sebelum Anak Saya Meninggal"

Regional
Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

Regional
Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Regional
2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X