Dedi Mulyadi: Ade Londok Harus Belajar ke Sule, Melawak dengan Cerdas

Kompas.com - 07/11/2020, 19:45 WIB
Ade Londok sampaikan permintaan maaf kepada Haji Malih Tong Tong. (Bidikan layar YouTube KH Infotainment). KOMPAS.com/Revi C Rantung Ade Londok sampaikan permintaan maaf kepada Haji Malih Tong Tong. (Bidikan layar YouTube KH Infotainment).

KOMPAS.com - Budayawan asal Jawa Barat yang juga anggota DPR RI, Dedi Mulyadi mengatakan, sebagai seniman yang muncul secara tiba-tiba melalui media sosial dan terorbit dalam pentas hiburan komedi di televisi nasional, Ade Londok harus banyak belajar kepada Sule.

Bagaimanapun, menurut Dedi, Ade londok itu berangkat dari kultur Sunda yang bergaul pada homogenitas penggemar. Orang tertarik dengan Ade Londok karena bicaranya ceplas-ceplos.

"Bagi orang Sunda sangat menarik dengan gaya bicara itu di tengah tradisi orang Bandung yang terkenal memiliki undak-unduk bahasa yang memadai," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Sabtu (7/11/2020).

Sementara dalam pentas komedi baik di televisi maupun panggung Jakarta, pelawak hari ini tidak berkumpul homogen, tidak seperti dulu.

Baca juga: Viralkan Odading Mang Oleh, Ade Londok Dapat Hadiah Ponsel dari Ridwan Kamil

Dulu, kata Dedi, pelawak Sunda tergabung dalam grup homogen seperti The Bodor. Semua gayanya sama karena berangkat dari habitat yang sama. Pimpinan rombongannya jelas, Mbah Us Us.

"Sama halnya dengan grup pelawak terkenal dengan anggota Kang Ibing dan Aom Usman, itu juga berangkat dari homogenitas etnik, ada pimpinan rombongannya," kata Dedi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, lanjut Dedi, dalam pentas hiburan hari ini orang hidup secara individual, kemudian harus manggung dengan pelawak lain dari ragam etnik dan latar belakang kehidupan. Sehingga pelawak juga harus mampu menyesuaikan diri.

Sehingga, kata Dedi, proses adaptasi itu sangat penting karena ada kanekaragaman kultur. Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa persaingan individu pelawak itu sangat tinggi, sehingga kehati-hatian berucap, bersikap, dan perlunya adaptasi itu sangat penting.

"Ade Londok memang terlalu singkat untuk bisa terbang ke Jakarta dari hidup di Bandung yang serba sangeunahna (seenaknya) dan dalam kehidupan terbuka," katanya.

Jangan putus asa

Dedi juga meminta Ade Londok agar tidak mudah putus asa, apalagi sampai mengatakan kapok lagi tampil di TV.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X