Kisah Anak Buruh Raup Untung Jutaan Rupiah dari Kokedama, Modalnya Serabut Kelapa dan Tanaman

Kompas.com - 05/11/2020, 15:17 WIB
Inilah beberapa kokedama karya Nurhuda, anak buruh tani yang sukses berbisnis tanaman hias di masa pandemi covid-19 KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIInilah beberapa kokedama karya Nurhuda, anak buruh tani yang sukses berbisnis tanaman hias di masa pandemi covid-19

MADIUN, KOMPAS.com - Bekreasi di masa pandemi membawa berkah tersendiri bagi Nurhuda (24), seorang santri muda asal Kota Madiun, Jawa Timur.

Anak buruh tani asal Kabupaten Ngawi ini sukses mengembangkan media tanam kokedama hingga banyak diburu pecinta tanaman hias dari berbagai kota.

Nurhuda menceritakan awal mula menggeluti media tanam yang baru populer di Jepang itu saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu panti asuhan di Kabupaten Madiun.

“Ide membuat kokedama berbahan limbah serabut kelapa. Saya terinspirasi dari maraknya bonsai kelapa. Dari ide itu saya mengembangkan bagaimana bonsai itu tidak hanya berisi serabut kelapa saja. Akhirnya muncul membuat kokedama dengan bahan dasar serabut kelapa,” kata Nurhuda Kepada Kompas.com, yang ditemui, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Ternyata Segini Harga Aglonema hingga Jadi Incaran Para Pencuri

Dari hasil karyanya itu, dia mencoba memperkenalkan pelatihan media tanam ini ke salah satu panti asuhan berkebutuhan khusus di Kabupaten Madiun.

Selanjutnya ia memperkenalkan kokedama buatannya ke publik dan mendapatkan respons positif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk membuat kokedama, Nurhuda yang sudah tiga tahun menimba ilmu di pesantren ini mengaku belajar otodidak dari referensi di YouTube dan berbagai artikel di internet.

Baca juga: Lagi Booming, Aglonema Jadi Incaran Pencuri

 

Setelah berhasil mempraktikkan, dia lalu mengembangkannya hingga menjadi sebuah lahan bisnis.

“Belajarnya ini juga proses. Awal mulanya hasilnya tidak karuan, tetapi setelah melalui beberapa proses bisa menghasilkan kokedama yang bagus,” ujar Nurhuda yang merupakan lulusan Akuntasi Unipma Madiun.

Nurhuda, santri Pondok Pesantren Al Hikmah Kota Madiun menunjukkan hasil kokedama besutannya.KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI Nurhuda, santri Pondok Pesantren Al Hikmah Kota Madiun menunjukkan hasil kokedama besutannya.

Setelah bisa membuat kokedama yang bagus, Nurhuda menyisihkan uang beasiswanya sebesar Rp 500.000 sebagai modal usaha. Dari modal itu ia membeli serabut kelapa, tanaman, dan bahan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.