Diguyur Hujan Semalaman, Empat Kecamatan di Ponorogo Dilanda Longsor

Kompas.com - 02/11/2020, 21:19 WIB
Salah satu rumah warga Kabupaten Ponorogo yang terdampak bencana longsor setelah hujan menghantam bumi reyog semalaman. KOMPAS.COM/Dokumentasi BPBD PonorogoSalah satu rumah warga Kabupaten Ponorogo yang terdampak bencana longsor setelah hujan menghantam bumi reyog semalaman.

PONOROGO, KOMPAS.com - Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Ponorogo terkena longsor menyusul hujan yang mengguyur sejak Minggu (1/11/2020) malam hingga Senin (2/11/2020) dini hari.

Sejumlah rumah warga di Kecamatan Badegan, Kecamatan Pulung, Kecamatan Pudak, dan Kecamatan Sawo, dilaporkan terdampak longsor.

Baca juga: Banjir Landa 5 Desa di Pasuruan, 6.379 Kepala Keluarga Terdampak

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, hujan yang mengguyur itu tercatat dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur Ponorogo dari Minggu (1/11/2020) malam hingga Senin (2/11/2020) dini hari mengakibatkan sejumlah rumah terdampak tanah longsor di empat kecamatan,” kata Budi saat dihubungi, Senin (2/11/2020).

Budi mengatakan, tak ada laporan korban jiwa atau warga yang terluka dalam bencana longsor itu.

Sejumlah rumah warga yang terdampak juga mengalami kerusakan ringan dan bisa diperbaiki.

Selain longsor, banjir menggenangi rumah warga di Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Siman. Banjir terjadi karena aliran sungai meluap setelah hujan yang mengguyur semalaman.

Menurut Budi, sungai itu meluap karena tumpukan sampah yang menyumbat aliran. Tumpukan sampah itu berasal dari rumah tangga, ranting, dan bambu.

BPBD Ponorogo mendatangkan alat berat untuk mengambil tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai itu. Setidaknya, butuh waktu tiga jam membersihkan tumpukan sampah itu.

Baca juga: Saya Ingin Sekali Bertemu Pak Jokowi, kalau Bertemu, Saya Akan Minta Motor

Budi mengimbau warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai membersihkan tumpukan sampah untuk mencegah banjir.

Sedangkan warga yang tinggal di wilayah perbukitan dan berpotensi longsor diminta mencari tempat aman saat hujan lebat. Apa lagi, intensitas hujan diprediksi di atas normal beberapa hari ke depan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X